Nganjuk Genap 1088 Tahun: Dari Anjuk Ladang ke Anjuk Lelang Proyek
NGANJUK – Kamis (10/4/2025), Kabupaten Nganjuk resmi berulang tahun ke-1088. Sebuah usia yang bahkan lebih tua dari kebanyakan gedung kantor dinasnya. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Marhaen Djumadi di Alun-Alun Nganjuk, dengan semangat membara meski matahari belum sepenuhnya bersinar terang di sektor lapangan pekerjaan.
Dalam pidatonya, Kang Marhaen mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai refleksi. Refleksi bahwa 1088 tahun bukan sekadar angka, tapi juga jumlah proposal pembangunan yang sempat diajukan namun belum sempat disetujui.
Ekonomi Tumbuh, Dompet Tetap Kisut?
Dengan penuh optimisme, sang Bupati menyampaikan bahwa ekonomi Nganjuk tumbuh 4,93%, pendapatan per kapita tembus Rp2,5 juta per bulan, dan pengangguran turun jadi 3%.
“Artinya, satu dari tiga orang nganggur kini sudah bekerja, minimal ikut proyek pavingisasi,” ujar seorang warga sambil merapikan rombong ciloknya.
KING Siap Melaju, Asal Tidak Jadi Raja Halu
Kang Marhaen juga mengumumkan geliat pembangunan Kawasan Industri Nganjuk (KING), yang diharapkan bisa membuka lapangan kerja dan bukan hanya lapangan selfie baru.
“Target kita 2025–2030 adalah Nganjuk Melesat!” katanya penuh semangat. Sayangnya, beberapa warga bertanya, “Melesat ke mana, Pak? Ke Jawa Timur bagian mana dulu?”
Ayo Bersatu, Walau Belum Tentu Satu Suara
Dengan gaya khas pemimpin daerah yang penuh empati dan retorika, Bupati menutup dengan ajakan:
“Dulu kita bangkit, sekarang saatnya melesat!”
Beberapa warga pun tampak tersentak… oleh dentuman suara sound system yang mendadak feedback.
Dirgahayu Nganjuk ke-1088!
Semoga di usia yang makin matang ini, pembangunan bukan hanya selesai di spanduk, dan angka-angka pertumbuhan bukan sekadar hasil seminar.
Karena seperti kata pepatah Anjuk Ladang: kemenangan sejati adalah ketika jalan desa tak lagi penuh lubang.





