• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

DI BALIK PINTU KELAS YANG TERKUNCI

Ketika Uang Komite Tak Lagi Sekadar Sumbangan

edu-politik by edu-politik
June 5, 2026
in Berita, Pendidikan
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

DI BALIK PINTU KELAS YANG TERKUNCI

Ketika Uang Komite Tak Lagi Sekadar Sumbangan

NGANJUK – Pagi itu, di sebuah ruang kelas yang jendelanya setengah terbuka, seorang ibu duduk memeluk map cokelat. Di dalamnya bukan hanya berkas pendaftaran, tetapi juga lembar-lembar yang ia sebut sebagai “tiket masuk sekolah negeri”.

“Kalau tidak dibayar, anak saya bisa tidak dapat nomor induk,” katanya pelan, sambil menunduk. Suaranya nyaris tenggelam oleh suara kursi geser di lorong sekolah.

Di tempat lain, seorang ayah menghitung ulang uang di dompetnya. Ia tidak sedang membeli barang, tetapi sedang memastikan apakah biaya awal sekolah anaknya cukup. “Katanya negeri, tapi rasanya seperti swasta,” ujarnya singkat.


Angka yang Terus Bergerak Naik

Data yang dihimpun dari sejumlah wali murid menunjukkan pola biaya yang tidak statis. Untuk siswa baru, uang komite tercatat sekitar Rp2.500.000, sementara angkatan sebelumnya berada di kisaran Rp2.000.000.

Selisih setengah juta itu mungkin tampak kecil di atas kertas. Namun bagi sebagian orang tua, itu adalah biaya satu bulan kerja.

“Dari tahun ke tahun naik terus. Tidak pernah dijelaskan kenapa naiknya harus segitu,” kata seorang wali murid lain yang meminta namanya tidak ditulis. Ia hanya tertawa kecil, getir. “Yang dijelaskan cuma nominalnya, bukan alasannya.”


Seragam: Paket yang Tak Bisa Ditawar

Di hari berbeda, suasana berbeda terjadi di sebuah titik pengambilan seragam. Tumpukan kain berwarna putih dan abu-abu disusun dalam plastik besar.

Seorang siswa kelas XI mengingat pengalamannya. “Waktu saya masuk, sekitar satu koma tujuh juta. Adik kelas saya sekarang katanya lebih dari dua juta enam ratus,” ujarnya.

Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan. “Tidak ada pilihan lain. Sudah paket.”

Di balik meja distribusi, seorang petugas hanya menjawab singkat ketika ditanya soal variasi harga. “Sudah ketentuan.”


“Bisa Dicicil, Tapi Tetap Harus Bayar”

Skema pembayaran disebut fleksibel. Orang tua dapat mencicil uang komite hingga menjelang kelulusan. Namun bagi sebagian wali murid, fleksibilitas itu tidak menghapus kewajiban.

“Dicicil atau tidak, tetap harus lunas,” kata seorang ibu yang ditemui di parkiran sekolah. Ia menatap bangunan tiga lantai di depannya.

Di catatan yang beredar di kalangan orang tua, terdapat rincian biaya:

  • Rp600.000 per semester sebagai iuran rutin
  • Rp2.500.000 untuk siswa baru
  • Rp2.000.000 untuk angkatan sebelumnya

“Kalau tidak ikut, anaknya bagaimana?” tambahnya singkat.


Sekolah Negeri yang Tidak Lagi “Gratis” di Persepsi Warga

Secara formal, sekolah negeri tidak mengenakan pungutan wajib. Namun di lapangan, batas antara sumbangan dan kewajiban menjadi kabur.

Seorang guru yang enggan disebut namanya menyebut situasi ini sebagai “wilayah abu-abu”. “Secara aturan disebut sumbangan, tapi dalam praktiknya sudah seperti kewajiban,” ujarnya hati-hati.


Sunyi di Balik Pertanyaan Publik

Hingga laporan ini disusun, belum ada penjelasan terbuka yang dapat diakses publik mengenai dasar kenaikan iuran antarangkatan maupun struktur biaya seragam.

Di sisi lain, wali murid tetap datang, tetap membayar, tetap menandatangani lembar yang sama setiap tahun ajaran.

Seorang ayah menatap pintu gerbang sekolah sebelum pergi. “Yang penting anak saya bisa sekolah,” katanya. Lalu ia berjalan tanpa menoleh lagi.


Catatan Investigasi

Temuan lapangan menunjukkan pola berulang: kenaikan biaya antar angkatan, paket seragam terpusat, dan struktur iuran yang tetap. Semua itu berdiri di ruang yang disebut “sumbangan”, namun dalam praktiknya diduga membentuk sistem pembiayaan yang mengikat secara sosial dan administratif.

Dalam pendidikan negeri, pertanyaan utamanya bukan hanya “berapa biaya yang dibayar”, tetapi “sejauh mana pilihan itu benar-benar bebas”.

Dan di lapangan, jawaban itu belum sepenuhnya terang. (Tim)

 

Previous Post

Hari Pertama IHT SMAN 1 Paiton: 68 Guru Perkuat Kompetensi Menjadi Fasilitator Pembelajaran Adaptif

Next Post

Polsek Gudo Tangani Dugaan Penganiayaan Anak: CCTV Diamankan, Pendampingan PPA dan Dinsos Dilibatkan

edu-politik

edu-politik

Next Post
Polsek Gudo Tangani Dugaan Penganiayaan Anak: CCTV Diamankan, Pendampingan PPA dan Dinsos Dilibatkan

Polsek Gudo Tangani Dugaan Penganiayaan Anak: CCTV Diamankan, Pendampingan PPA dan Dinsos Dilibatkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya