Hari Pertama IHT SMAN 1 Paiton: 68 Guru Perkuat Kompetensi Menjadi Fasilitator Pembelajaran Adaptif
Probolinggo – Semangat perubahan pendidikan tampak terasa di lingkungan SMAN 1 Paiton pada hari pertama pelaksanaan In House Training (IHT) bertema “Peningkatan Kompetensi Guru sebagai Fasilitator Pembelajaran yang Adaptif”, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 68 guru mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M. dari Universitas Negeri Malang (UM) sebagai narasumber utama, serta mendapat dukungan dan pendampingan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo, Slamet Setiantoko.
Sejak pagi, suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif yang mendorong kolaborasi dan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Dalam salah satu sesi pembuka, para guru tampak antusias mengikuti kegiatan penyegaran dan penguatan semangat sebelum memasuki materi inti.
Pelaksanaan IHT ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menyiapkan guru yang tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan potensi peserta didik sesuai kebutuhan zaman.
Prof. Mahfud Effendi dalam paparannya menekankan bahwa perubahan paradigma pendidikan menuntut guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, karakteristik peserta didik, dan dinamika sosial yang terus berubah.
“Guru masa kini tidak cukup hanya mengajar. Guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang membangun kreativitas, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Paiton, Maya Siswindari, S.Pd., berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar bersama yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, penguatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, seluruh rangkaian IHT dirancang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik, tugas terstruktur, serta presentasi hasil implementasi pembelajaran.
Berdasarkan jadwal kegiatan, IHT dilaksanakan dalam beberapa tahap yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dengan total 76 Jam Pelajaran (JP) yang mencakup sesi tatap muka, pendampingan, kolaborasi pendidik, dan praktik pembelajaran.
Hari pertama ini menjadi titik awal bagi 68 guru SMAN 1 Paiton untuk memperkuat kapasitas profesionalnya. Di tengah tuntutan transformasi pendidikan nasional, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan sarana, tetapi juga pada kemauan guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi.
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, SMAN 1 Paiton berupaya memastikan bahwa setiap guru siap menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik di masa depan. (Red)






