TEROR SCOOPY BERTOPENG: MALING di KOS JANGAN SKINCARE!
Reporter: Tim Redaksi
KEDIRI – Di tengah gegap gempita geliat anak kos mencari jati diri dan promo Indomie 5 gratis 1, muncul sebuah insiden yang bikin skincare lovers sesak napas. Seorang perempuan misterius, lengkap dengan masker, helm, dan Scoopy—yang mungkin dicicil di leasing penuh rahasia—berhasil mengeksekusi sebuah aksi kriminal yang nyaris sinematik.
Korban? Mbak Fadia, warga Kalidawir yang sedang mengadu nasib di kos-kosan elite rasa subsidi di Mojoroto Gg 1, Kota Kediri. Dalam keterangannya—yang disampaikan dengan nada setengah sabar setengah trauma—ia menjelaskan kronologi kejadian.
“Saya lagi di ruang tamu, mas. Kamar saya kuncinya masih nyantel di pintu. Pas balik, udah kayak habis didatangi setan akuntansi: tas ilang, jam ilang, make up, skincare… semua yang bikin saya percaya diri dibawa kabur,” ujar Mbak Fadia sambil menatap kosong ke arah rak kosong.
Rekaman CCTV membenarkan bahwa pelaku bukan makhluk halus, tapi manusia biasa dengan spesialisasi menyelinap tanpa drama. Dengan kendaraan Scoopy dan outfit standar maling zaman now (masker & helm), pelaku membawa pergi harapan Mbak Fadia untuk glowing di semester depan.
Lebih mengejutkan, ini bukan yang pertama. Kos-kosan tersebut sudah sering jadi ajang uji nyali. Baju ilang, celana ilang, kadang harga diri pun ikutan menghilang. Dua kali dilaporkan ke polisi, dua kali pula mendapat respons hangat: minta pesangon.
“Saya kira negara hadir, ternyata yang hadir cuma rasa pasrah,” tambah Mbak Fadia sambil menyalakan lilin di pojok ruangan, bukan buat ritual, tapi karena PLN juga lagi nggak kooperatif.
Pihak kepolisian belum memberikan komentar resmi, tapi warga berharap—kalau pun tak bisa mengungkap pelaku—setidaknya bisa menyumbang gembok, atau paling tidak edukasi tentang pentingnya mencabut kunci dari pintu.
Masyarakat pun diimbau waspada. Karena maling zaman sekarang sudah paham target: bukan lagi TV tabung, tapi serum vitamin C. Bukan lagi dompet, tapi cushion Korea dan eyeliner waterproof.
Satu pertanyaan penting kini menggantung di udara kos-kosan Mojoroto: sampai kapan kita membiarkan Scoopy jadi kendaraan teror skincare?





