Semangat dari Bengkel Sekolah: Rafa Harumkan Nama SMK Al-Husna di Ajang Otomotif Nganjuk

Nganjuk — Deru mesin dan aroma oli tak sekadar menjadi rutinitas di ruang praktik. Bagi Rafael Akbar Agustan, siswa SMK Al-Husna Kecamatan Loceret, itu adalah jalan perjuangan yang mengantarkannya meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (DIKMEN) se-Kabupaten Nganjuk.
Ajang tersebut digelar oleh komunitas MGMP OTOMOTIF Kab. Nganjuk yang dilaksanakan di Kec. Gondang dan diikuti oleh berbagai SMK se-Kabupaten Nganjuk. Kompetisi ini menjadi panggung adu keterampilan sekaligus pembuktian kualitas pendidikan vokasi di daerah.

Rafa—begitu ia akrab disapa—mengaku capaian tersebut bukan hasil kerja sendiri. Di balik keberhasilannya, ada peran besar wali kelasnya, Pak Andik, serta guru pembimbingnya, Pak M. Wahibul Malik, ST atau yang akrab dipanggil Pak Wahib.
“Pak Wahib bagi saya bukan hanya guru, tapi juga motivator,” ujar Rafa. Ia menilai bimbingan dan dukungan moral dari para guru menjadi bahan bakar utama semangatnya dalam berlatih.
Kompetisi yang Menguji Ketelitian dan Ketangguhan
Dalam bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR), peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga praktik langsung. Ketelitian membaca kerusakan mesin, ketepatan analisis, hingga kecepatan menyelesaikan pekerjaan menjadi indikator penilaian utama.
Pak Wahib menjelaskan bahwa Rafa memang menunjukkan konsistensi dan kesungguhan sejak awal. “Rafa punya semangat belajar yang tinggi dan potensi di bidang Teknik Kendaraan Ringan. Kami bersyukur meski meraih peringkat dua, hasil ini menjadi tiket menuju final tingkat Provinsi,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa capaian ini bukan akhir, melainkan pintu menuju tantangan berikutnya.
Pendidikan Vokasi dan Tantangan Masa Depan
Prestasi Rafa menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi terampil dan siap kerja. Lomba seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi kualitas pembelajaran serta penguatan mental siswa.
Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan teknis yang dibarengi dengan karakter disiplin dan daya juang menjadi modal penting. Rafa memperlihatkan bahwa siswa daerah pun mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya.
Harapan Menuju Tingkat Provinsi
Kini, Rafa bersiap menghadapi kompetisi tingkat Provinsi. Ia berharap doa dan dukungan dari seluruh pihak, terutama keluarga besar SMK Al-Husna, agar mampu memberikan hasil terbaik.
“Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah dan khususnya untuk guru pembimbing saya,” ujarnya penuh harap.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lain di berbagai jurusan untuk terus mengasah kemampuan dan tidak ragu berkompetisi. Sebab di balik setiap pencapaian, selalu ada proses panjang yang ditempa oleh kerja keras, bimbingan, dan kepercayaan diri.
Dari ruang praktik sederhana di Loceret, semangat itu kini melaju menuju panggung yang lebih besar. (Red)





