• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Ketika Dapur Makin Sepi, Gawai Makin Ramai: Wajah Kerentanan Baru Keluarga Indonesia

edu-politik by edu-politik
July 2, 2026
in Berita, Kabupaten/Kota, Nasional
0
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Dapur Makin Sepi, Gawai Makin Ramai: Wajah Kerentanan Baru Keluarga Indonesia

Oleh: Redaksi

Setiap pagi, Rudi (42), seorang pekerja harian, berangkat dengan harapan mendapat panggilan kerja. Namun, beberapa bulan terakhir penghasilannya terus menurun. Sementara itu, harga kebutuhan pokok, biaya sekolah, listrik, hingga cicilan terus meningkat.

Di rumah, istrinya mulai mengurangi pembelian lauk bergizi. Daging yang dulu hadir beberapa kali dalam sepekan kini hanya menjadi menu bulanan. Susu anak diganti minuman yang lebih murah. Di sisi lain, kedua anak mereka justru semakin lama menghabiskan waktu di depan telepon genggam karena kedua orang tuanya sibuk mencari tambahan penghasilan.

Kisah tersebut merupakan gambaran praksis dari kerentanan yang kini dihadapi banyak keluarga Indonesia.

Laporan Harian Kompas mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya hidup tidak hanya meningkatkan risiko kemiskinan, tetapi juga menurunkan kualitas pengasuhan, memperbesar konflik keluarga, dan memperdalam kesenjangan sosial apabila tidak direspons dengan kebijakan yang memadai.

Kemiskinan Tidak Selalu Dimulai dari Tidak Punya Uang

Dalam investigasi lapangan, pola yang muncul relatif seragam.

Penghasilan menurun.

Pengeluaran meningkat.

Tabungan habis.

Utang mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Konflik rumah tangga meningkat.

Anak kehilangan perhatian.

Media sosial menjadi “pengasuh” baru.

Tanpa disadari, keluarga memasuki lingkaran kerentanan.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Tony Prasetiantono, berulang kali mengingatkan bahwa ketika daya beli masyarakat melemah, dampaknya tidak hanya berhenti pada sektor ekonomi, tetapi merembet pada stabilitas sosial dan kesejahteraan keluarga. Penurunan konsumsi rumah tangga merupakan indikator penting melemahnya ketahanan ekonomi masyarakat.

Psikolog keluarga Rose Mini Agoes Salim menjelaskan bahwa tekanan ekonomi merupakan salah satu pemicu utama konflik dalam rumah tangga. Ketika orang tua mengalami stres berkepanjangan, kualitas komunikasi dan pola pengasuhan kepada anak sering ikut menurun.

Media Sosial Menjadi Pelarian

Ironisnya, ketika kondisi ekonomi semakin berat, penggunaan media sosial justru semakin tinggi.

Anak mencari hiburan.

Orang tua mencari pelarian.

Sebagian keluarga bahkan terdorong mempertahankan gaya hidup yang tampak “normal” melalui utang konsumtif hanya karena tekanan sosial di dunia digital.

Praktisi literasi digital dari Siberkreasi menilai bahwa rendahnya literasi digital membuat masyarakat mudah membandingkan kehidupan nyata dengan pencitraan di media sosial. Akibatnya, tekanan psikologis dan beban ekonomi semakin besar.

Negara Tidak Cukup Hadir Saat Krisis

Para ahli menilai bahwa ketahanan keluarga tidak cukup dibangun melalui nasihat agar masyarakat hidup hemat.

Yang lebih penting adalah terciptanya lapangan kerja, pengendalian inflasi pangan, perlindungan sosial yang tepat sasaran, pendidikan keuangan keluarga, serta layanan kesehatan mental yang mudah diakses.

Tanpa intervensi tersebut, tekanan ekonomi akan berubah menjadi krisis sosial yang lebih luas.

Hakikatnya

Kemiskinan bukan sekadar kosongnya dompet.

Ia dimulai ketika harapan mulai hilang.

Ketika orang tua terlalu sibuk bertahan hidup sehingga kehilangan waktu mendampingi anak.

Ketika utang menjadi makanan sehari-hari.

Ketika komunikasi digantikan oleh layar telepon.

Di situlah keluarga mulai rapuh.

Dan ketika keluarga rapuh, sesungguhnya fondasi bangsa ikut melemah. (Ais)

Previous Post

Delapan Bulan untuk Nyawa? Ketika Timbangan Keadilan Terlihat Miring

Next Post

Satu Detik di Jalan Ahmad Dahlan: Ketika Kecepatan Merenggut Masa Depan

edu-politik

edu-politik

Next Post

Satu Detik di Jalan Ahmad Dahlan: Ketika Kecepatan Merenggut Masa Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya