• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Delapan Bulan untuk Nyawa? Ketika Timbangan Keadilan Terlihat Miring

edu-politik by edu-politik
July 1, 2026
in Berita, Kabupaten/Kota, Nasional
0
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Delapan Bulan untuk Nyawa? Ketika Timbangan Keadilan Terlihat Miring

Di sebuah ruang sidang, palu hakim diketukkan. Seorang pengemudi yang terbukti mengemudikan kendaraan setelah dipengaruhi alkohol dan menyebabkan seorang pedagang soto meninggal dunia dijatuhi pidana delapan bulan penjara. Putusan itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa sembilan bulan. Publik pun bertanya: apakah tujuan pemidanaan telah tercapai?

Satire sering lahir ketika kenyataan terasa lebih ganjil daripada fiksi.

Seolah-olah hukum sedang berbisik, “Jangan khawatir, selama sopan di persidangan, mengakui perbuatan, belum pernah dihukum, dan memberi santunan, nyawa seseorang bisa diakhiri dengan masa pidana yang bahkan lebih singkat daripada sebagian kontrak kerja.” Tentu ini bukan isi putusan hakim, melainkan cermin kegelisahan masyarakat terhadap rasa keadilan.

Padahal, tujuan pemidanaan modern bukan sekadar menghukum. Pemidanaan bertujuan melindungi masyarakat, mencegah kejahatan serupa, memberi efek jera, memulihkan keseimbangan, dan menegaskan penghormatan terhadap nilai kehidupan manusia.

Yang dipertanyakan publik bukan semata angka “delapan bulan”. Yang dipersoalkan adalah pesan yang mungkin ditangkap masyarakat: apakah mengemudi dalam keadaan mabuk hingga menghilangkan nyawa hanya dipandang sebagai kelalaian biasa?

Di sinilah muncul persoalan disparitas putusan. Dalam perkara lain, pelaku tindak pidana yang kerugian materinya jauh lebih kecil dapat menerima hukuman bertahun-tahun penjara. Sebaliknya, dalam perkara yang berakhir dengan hilangnya nyawa manusia, pidana yang dijatuhkan relatif ringan. Disparitas memang bukan otomatis ketidakadilan, karena setiap perkara memiliki fakta dan alat bukti berbeda. Namun ketika perbedaan itu terlalu mencolok tanpa argumentasi yang mudah dipahami publik, kepercayaan terhadap sistem peradilan dapat ikut tergerus.

Satire akhirnya berubah menjadi pertanyaan serius.

Apakah nilai sebuah nyawa diukur dari pasal yang dipilih?

Apakah masyarakat akan semakin takut mengemudi dalam keadaan mabuk setelah melihat putusan seperti ini?

Apakah keluarga korban benar-benar merasakan bahwa negara telah menghadirkan keadilan?

Perlu ditegaskan bahwa hakim memutus berdasarkan fakta persidangan dan ketentuan hukum yang didakwakan. Kritik terhadap putusan merupakan bagian dari kontrol publik yang sah sepanjang disampaikan secara objektif, berbasis hukum, dan menghormati independensi kekuasaan kehakiman.

Keadilan tidak hanya harus ditegakkan, tetapi juga harus tampak ditegakkan. Sebab ketika masyarakat mulai bertanya, “Apakah nyawa hanya bernilai delapan bulan?”, sesungguhnya yang sedang diuji bukan hanya sebuah putusan, melainkan wibawa hukum itu sendiri. (Sal)

Previous Post

SOP Rumah Sakit: Ketika Pasien Datang Membawa Harapan, Bukan Sekadar Nomor Antrean

Next Post

Ketika Dapur Makin Sepi, Gawai Makin Ramai: Wajah Kerentanan Baru Keluarga Indonesia

edu-politik

edu-politik

Next Post

Ketika Dapur Makin Sepi, Gawai Makin Ramai: Wajah Kerentanan Baru Keluarga Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya