Petasan Diadili, Korupsi Dibiarkan: Sebuah Drama Hukum Bernama ‘Prioritas’
Ketika suara ledakan lebih mengganggu daripada suara ketidakadilan.

Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan perang terhadap petasan. Bukan candaan. Sanksi keras siap dijatuhkan kepada siapa saja yang berani menyalakan suara-suara kecil itu di momen sakral seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru.
Alasannya jelas: petasan membahayakan, bikin luka, bahkan merenggut nyawa. Masyarakat harus taat. Pemerintah tidak bisa terus membiarkan ‘ledakan kecil’ ini mencederai ketertiban umum.
Tapi… bagaimana dengan ledakan yang lebih besar?
“Petasan memang berisik, tapi tidak seberisik janji kampanye yang tak ditepati,” sindir Raka Pratama, SH, seorang pengacara publik yang sering membantu masyarakat kecil tanpa biaya. “Kalau mau tegas, jangan hanya ke rakyat kecil yang bikin petasan. Bagaimana dengan mereka yang ‘meledakkan’ APBD secara diam-diam?”
Pendidikan Politik di Ujung Korek Api
Masalahnya bukan sekadar petasan, tapi pola pikir. Masyarakat dibimbing untuk takut menyalakan kembang api, tapi tak pernah diajari bagaimana menyulut semangat untuk mengawasi anggaran desa. Pendidikan politik seolah hanya hadir menjelang pemilu, lalu menguap bersama asap petasan.
“Kalau pemerintah sepeduli itu dengan nyawa, kenapa diam saat rumah warga roboh karena jalan rusak? Atau saat dana hibah tak sampai ke tangan yang berhak?” tanya Raka dengan senyum miring.
Petasan Dihukum, Pejabat Aman
Ironisnya, hukuman untuk pembuat petasan digembar-gemborkan. Tapi pejabat yang ‘membakar’ anggaran publik, kadang malah disambut dengan karangan bunga saat pulang dari tahanan. Bedanya? Petasan bunyinya sekali. Korupsi, efeknya bisa membunuh satu generasi.
“Ini bukan soal membela pelanggaran,” lanjut Raka. “Tapi soal proporsi. Kalau negara bisa tegas pada suara kecil, seharusnya bisa lebih tegas pada suara yang membuat rakyat menjerit.”
Di tengah gencarnya penertiban petasan, semoga pemerintah tak lupa menertibkan juga petasan-petasan politik yang meledak dalam bentuk proyek fiktif, pungli, dan kebijakan yang tidak berpihak. Karena rakyat bisa hidup tanpa kembang api, tapi tidak tanpa keadilan.
#SatireHukum #PendidikanPolitik #PengacaraRakyat #PetasanVsKorupsi #KediriKritis





