Nikmat Hidup, Rasa yang Tak Semua Bisa Kecap
Oleh: indro
Di sebuah meja kayu sederhana, semangkuk jajanan tradisional tersaji. Kuah santan manis, isian campur-campur. Ada pisang, pacar cina, dan kolang-kaling—mengingatkan kita bahwa hidup pun penuh rasa: ada manis, getir, dan kejutan yang tak selalu menyenangkan.
“Kalau teman senang banyak, tapi teman susah bisa dihitung,” tulis seorang netizen yang membagikan foto camilan itu. Ungkapan sederhana yang tiba-tiba terasa sangat dalam, terutama ketika dikaitkan dengan kisah FAD, seorang perempuan muda yang kini kembali harus merasakan hidup di balik jeruji.
FAD, 28 tahun, bukan nama asing di catatan kriminal Polres Kediri Kota. Ia baru saja ditangkap untuk keempat kalinya, masih dengan kasus yang sama—pencurian. Terakhir, ia mencuri di sebuah kamar kos di Kelurahan Mojoroto Gang 1, Kecamatan Mojoroto. Aksinya terekam kamera dan viral di media sosial.
Nikmat yang Dipilih Sendiri
Saat polisi merilis kasusnya pada Sabtu (19/4), tak sedikit warga yang bertanya-tanya—apa yang membuat seseorang begitu “betah” keluar masuk penjara? Apa benar, jeruji besi bisa jadi tempat pelarian?
Bagi sebagian orang, penjara adalah tempat kehilangan kebebasan. Tapi bagi segelintir lainnya, bisa jadi justru tempat “paling aman” dari kerasnya hidup di luar sana.
Tak semua orang punya teman saat jatuh. Tak semua orang punya keluarga saat gagal. Kadang, satu-satunya pelarian adalah kembali ke tempat di mana semuanya setara—meski dalam artian yang berbeda.
Belajar dari Hidup, dan Rasa Makanan
Kembali ke semangkuk jajanan tadi—makanan sederhana yang penuh filosofi. Hidup itu seperti bubur campur: tak semua bagian enak, tak semua bisa dipilih. Tapi kalau disatukan, bisa jadi satu rasa yang utuh.
FAD mungkin belum menemukan rasa manis dalam hidupnya di luar penjara. Tapi seperti makanan tradisional yang bisa dinikmati siapa saja, mungkin masih ada harapan baginya—asal diberi kesempatan kedua, ketiga, atau bahkan keempat… dengan arah yang berbeda.
—
Pesan: Jangan buru-buru menghakimi. Kadang yang kita butuh bukan hukuman, tapi ruang untuk bertumbuh dan bertobat.
#KawanKediri #BeritaKediri #HidupDanPilihan #CeritaNyata #FeatureHarian





