MPLS Ramah SMKN 1 Tanjunganom Tekankan Sekolah Aman, Bebas Bullying, dan Siapkan Generasi Siap Kerja

NGANJUK, Edu-Politik.com – SMK Negeri 1 Tanjunganom (SMEKTA) mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun perundungan.
Pembukaan MPLS berlangsung di lapangan utama sekolah dan diikuti oleh seluruh peserta didik baru, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk, Mulyono, S.T., M.M.
Dalam amanatnya, Mulyono menegaskan bahwa MPLS harus menjadi proses adaptasi yang menyenangkan bagi peserta didik. Menurutnya, siswa baru perlu diberi ruang untuk mengenal budaya sekolah, berinteraksi dengan warga sekolah, serta membangun semangat belajar dalam suasana yang aman dan saling menghargai.
Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, serta penyalahgunaan zat adiktif, termasuk rokok elektronik dan produk sejenis.
Pada kesempatan yang sama, sekolah turut menyerahkan 15 stel seragam sekolah secara gratis kepada sejumlah peserta didik sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerataan akses pendidikan.
Kepala SMKN 1 Tanjunganom, Atik Qura’atul Aini, S.Pd., mengatakan bahwa MPLS Ramah merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menanamkan karakter positif sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan pendidikan.
“Kami ingin seluruh peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMKN 1 Tanjunganom. Tidak ada ruang bagi perpeloncoan maupun tindakan yang merendahkan martabat siswa. Yang kami bangun adalah budaya saling menghormati, disiplin, bertanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Menurut Atik, pendidikan vokasi tidak cukup hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga harus membentuk karakter yang kuat agar mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“Harapan kami, lulusan SMKN 1 Tanjunganom memiliki kompetensi, integritas, serta kepedulian sosial sehingga siap bekerja, melanjutkan pendidikan, ataupun berwirausaha sesuai potensi masing-masing,” tambahnya.
Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan di Graha SMEKTA. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Syaiful Anam, S.Pd., M.M., memberikan pembekalan mengenai pencegahan kekerasan dan bullying sebagai upaya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman.
Selama MPLS, peserta didik baru juga diperkenalkan dengan sejarah sekolah, visi dan misi, enam kompetensi keahlian yang dimiliki SMEKTA, budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), berbagai kegiatan ekstrakurikuler, hingga program unggulan sekolah seperti Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Generasi Berencana (GenRe), dan Sekolah Siaga Ketahanan Pangan (SIKAP).
Tidak hanya itu, siswa juga memperoleh pemahaman mengenai orientasi lulusan BMW (Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, atau Berwirausaha) serta pentingnya Sertifikasi Kompetensi (Serkom) sebagai bekal menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pelaksanaan MPLS Ramah sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, menghormati hak-hak peserta didik, serta mengedepankan pembentukan karakter. Praktik perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, serta tindakan yang merendahkan martabat peserta didik tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Melalui MPLS Ramah 2026, SMKN 1 Tanjunganom berharap seluruh peserta didik baru mampu memulai perjalanan pendidikan dengan rasa percaya diri, semangat belajar yang tinggi, serta kesiapan menjadi generasi vokasi yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Ant)







