Pada 5 Maret 2025, Kabupaten Nganjuk resmi memiliki pemimpin baru setelah dilaksanakannya serah terima jabatan di Pendopo KRT Sosrokoesoemo. Marhaen Djumadi dan Trihandy Cahyo Saputro dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk untuk periode 2025-2030. Dalam sambutannya, Marhaen Djumadi menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan 15 program prioritas dalam 100 hari kerja pertama mereka.
Program-program prioritas tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi lokal. Marhaen Djumadi menekankan pentingnya meningkatkan kinerja birokrasi yang profesional, efektif, dan efisien melalui pemerintahan yang aspiratif, partisipatif, dan transparan.
Salah satu fokus utama pasangan ini adalah pemberantasan korupsi sebagai upaya mendasar untuk mengentaskan kemiskinan di Nganjuk. Mereka berpendapat bahwa korupsi dan kemiskinan memiliki hubungan yang erat; korupsi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperburuk ketidakadilan sosial, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat kemiskinan.
Dengan memberantas korupsi, diharapkan dana publik dapat dialokasikan secara efektif untuk program-program pengentasan kemiskinan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Langkah ini sejalan dengan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa korupsi menghambat upaya-upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Marhaen Djumadi dan Trihandy Cahyo Saputro berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan, dengan harapan dapat membawa Nganjuk menuju masa depan yang lebih sejahtera dan bebas dari praktik korupsi.





