Ketika Anggaran Mengalir, Jalan Berlubang Masih Menghantui Warga Kediri
Oleh: Pujiono
Kediri, Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten Kediri telah mengalokasikan dana signifikan untuk pengadaan aspal guna mendukung pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2025. Tercatat, total nilai kontrak untuk tiga paket pengadaan aspal mencapai Rp6.722.646.500. Semua paket menggunakan metode E-Katalog (E-Purchasing) dan saat ini berada dalam status proses kontrak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Namun, di balik angka-angka tersebut, keluhan warga terkait kondisi jalan berlubang masih menggema. Di jalur Kunjang – Plemahan, misalnya, warga terpaksa memberi tanda dengan pepohonan pada lubang-lubang jalan yang membahayakan. Pak Margianto, seorang warga setempat, menuturkan bahwa salah satu lubang berada tepat di depan SDN 2 Plemahan Kediri, meningkatkan risiko bagi anak-anak sekolah dan pengguna jalan lainnya.
Kondisi serupa juga ditemukan di jalur mudik menuju Kabupaten Kediri. Pada Rabu (5/3/2025), lubang-lubang masih menganga di Jalan Raya Papar – Pare, dengan kedalaman yang bervariasi. Meskipun bagi pengguna mobil tidak terlalu membahayakan, bagi pengendara motor, lubang-lubang tersebut menjadi ancaman serius.
Protes warga terhadap kondisi jalan yang buruk semakin meningkat. Di Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, warga menanam pohon pisang di sepanjang Jalan Sunan Ampel Deyeng sebagai bentuk protes. Sutrisno, warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi jalan berlubang sudah berlangsung selama dua tahun tanpa ada perbaikan berarti. “Tanaman” pisang tersebut masih dijaga oleh warga agar tidak dicabut, sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah.
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri menyatakan bahwa mereka akan melakukan perbaikan dengan menerapkan skala prioritas, mengingat keterbatasan dana yang ada. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan jalan provinsi dan nasional juga sedang dilakukan.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan perbaikan 50 titik jalan rusak dan berlubang di Jawa Timur selesai sebelum H-10 Lebaran. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
Meskipun anggaran besar telah dialokasikan untuk perbaikan jalan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Warga berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait dapat bergerak lebih cepat dan responsif dalam menangani permasalahan jalan berlubang, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.





