• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Feature Investigatif | Pendidikan yang Bocor, Harapan yang Terkorbankan

edu-politik by edu-politik
September 17, 2025
in Berita, Kabupaten/Kota, Pendidikan
0
Feature Investigatif | Pendidikan yang Bocor, Harapan yang Terkorbankan
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 


Feature Investigatif | Pendidikan yang Bocor, Harapan yang Terkorbankan

Oleh Redaksi

“Kita sudah investasi besar ke pendidikan, tetapi masih banyak bocor,” ujar Presiden Prabowo Subianto (Kompas, 11/9/2025). Pernyataan ini bukan sekadar keluhan, tetapi cermin nyata betapa rapuhnya integritas birokrasi pendidikan di Indonesia.

Cek Fakta di Lapangan: Dana Pendidikan Mengalir, Kualitas Stagnan

Berdasarkan data APBN 2025, anggaran pendidikan menyerap lebih dari 20% belanja negara, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (4). Namun, laporan BPK dan temuan ICW menunjukkan bahwa kebocoran anggaran pendidikan masih terjadi di berbagai level:

  • Revitalisasi sekolah sering tidak transparan, kualitas bangunan di bawah standar.
  • Jual beli seragam dengan harga mencekik, mencapai jutaan rupiah per siswa.
  • Iuran siluman yang dibebankan kepada wali murid di sekolah negeri.

Kondisi ini memperlihatkan adanya kontradiksi: negara mengucurkan dana besar, tetapi masyarakat tetap diperas lewat praktik pungutan liar.

Analogi Keras dari Al-Qur’an

Al-Qur’an memberi peringatan tajam:

“Mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179).

Ayat ini relevan ketika pejabat publik menutup mata atas korupsi, menutup telinga atas keluhan rakyat, dan lalai menjalankan amanah konstitusi.

Potret Kasus: Sekolah Jadi Lumbung Korupsi

Hasil penelusuran investigatif di Jawa Timur memperlihatkan pola berulang:

  • Revitalisasi ruang kelas dikerjakan kontraktor rekanan dengan kualitas rendah.
  • Dinas pendidikan kabupaten diduga meminta “jatah” dari proyek, alih-alih mengawasi.
  • Kepala sekolah enggan transparan dalam pengelolaan dana BOS.

Dalam beberapa kasus, orang tua murid melaporkan adanya “tarikan khusus” hingga Rp 900 ribu per siswa, di luar seragam dan iuran bulanan.

Pernyataan Presiden dan Realitas Lapangan

Presiden Prabowo mengakui adanya kebocoran, tetapi tanggung jawab tidak berhenti pada pengakuan. UU Tipikor (UU No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001) dengan tegas menyebut bahwa setiap orang yang memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara dapat dipidana penjara.

Sayangnya, penegakan hukum di sektor pendidikan masih tebang pilih. Kasus korupsi dana BOS atau revitalisasi sering berhenti di level bawah, sementara aktor besar jarang tersentuh.

Cermin Buram Pendidikan Kita

Di satu sisi, pejabat bicara soal “investasi besar”. Di sisi lain, fakta lapangan menunjukkan rakyat menanggung beban ganda: pajak untuk APBN, dan pungutan liar di sekolah.

Jika dibiarkan, maka pendidikan tidak lagi menjadi hak rakyat sebagaimana dijamin UUD 1945, melainkan menjadi lahan bisnis.

Investigasi ini bukan sekadar laporan. Ia adalah cermin. Jika pejabat dan birokrat tetap lalai, maka kritik publik wajar menuding mereka seperti yang digambarkan Al-Qur’an: “lebih sesat dari binatang ternak.”


 

Previous Post

KONTROVERSI DI SMKN PURWOASRI KEDIRI: SERAGAM MAHAL, BESI “TIPIS”, DIDUGA DANA APBN DIGUNAKAN TIDAK WAJAR

Next Post

Dugaan Penyimpangan DBHCHT di Nganjuk: Dari Taman hingga Jalan Beton

edu-politik

edu-politik

Next Post

Dugaan Penyimpangan DBHCHT di Nganjuk: Dari Taman hingga Jalan Beton

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya