• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Di Balik Angka Pertumbuhan: Ketika Kroni Tersenyum, Rakyat Meringis?

edu-politik by edu-politik
October 13, 2025
in Berita, Nasional
0
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di Balik Angka Pertumbuhan: Ketika Kroni Tersenyum, Rakyat Meringis?

Jakarta – Di tengah klaim pemerintah atas ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional, sebuah narasi kontras mengemuka dari denyut nadi masyarakat. Ketika para pejabat dan lingkaran dalamnya dilaporkan menikmati kemudahan, rakyat kecil justru semakin terimpit oleh kesulitan ekonomi. Fenomena ini memunculkan pertanyaan kritis: benarkah di negeri ini, yang untung adalah mereka yang merapat ke kekuasaan?

Dua Sisi Mata Uang Ekonomi Indonesia

Pemerintah, melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, secara konsisten melaporkan capaian ekonomi yang positif. Pertumbuhan di atas 5% dan terkendalinya inflasi menjadi narasi utama yang digaungkan ke publik.

“Fundamental ekonomi kita tetap kuat. Pemerintah terus bekerja keras untuk menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai instrumen kebijakan fiskal,” ujar Sri Mulyani dalam beberapa kesempatan konferensi pers APBN. Ia menekankan bahwa program perlindungan sosial (perlinsos) terus digelontorkan untuk membantu lapisan masyarakat terbawah.

Namun, data dan suara di lapangan melukiskan gambaran yang lebih kompleks. Laporan dari berbagai lembaga, termasuk Bank Dunia, menyoroti tantangan nyata seperti pelemahan konsumsi rumah tangga dan sulitnya akses lapangan kerja formal.

Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti Ibu Rina, seorang pedagang kue di pinggiran Jakarta, janji kemudahan usaha terasa jauh dari kenyataan. “Katanya izin dipermudah, modal dibantu. Tapi praktiknya, kami yang tidak punya ‘orang dalam’ masih susah sekali mau pinjam ke bank. Bantuan pun sering tidak sampai ke kami,” keluhnya.

Kisah Ibu Rina adalah cerminan dari jutaan pelaku usaha kecil lainnya yang menjadi tulang punggung ekonomi namun seringkali tersisih dari kue pembangunan.

Jalur Cepat” Milik Siapa?

Di sisi lain, laporan investigasi dari media dan temuan lembaga seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) berulang kali mengungkap adanya praktik yang menguntungkan segelintir pihak yang memiliki koneksi politik. Model bisnis yang bertumpu pada kedekatan dengan kekuasaan ini menciptakan sebuah “jalur cepat” yang tidak bisa diakses oleh warga biasa.

Dr. Bima Yudha Adhitya, seorang ekonom dan pengamat kebijakan publik yang dikenal dengan analisis tajamnya, memberikan pandangan yang jujur.

“Ini bukan halusinasi, ini adalah realita yang terstruktur. Kita bicara soal *political patronage*,” tegas Bima. “Ketika proyek-proyek strategis nasional (PSN) atau alokasi izin usaha lebih mudah didapatkan oleh perusahaan yang direksinya diisi oleh tim sukses atau keluarga pejabat, di situlah letak ketidakadilannya. Di saat yang sama, UMKM yang seharusnya menjadi prioritas justru berjibaku dengan birokrasi dan bunga pinjaman yang tinggi.”

Menurut Bima, fenomena ini menciptakan ekosistem yang tidak sehat. Pengusaha tidak lagi bersaing berdasarkan inovasi dan efisiensi, melainkan berdasarkan siapa yang mereka kenal di lingkaran kekuasaan. “Akibatnya, yang kaya karena koneksi akan semakin kaya, sementara rakyat yang berusaha jujur akan semakin sulit naik kelas,” tambahnya.

Hal ini diperparah dengan masalah klasik: bantuan sosial yang salah sasaran. Data dari Kementerian Sosial sendiri mengakui adanya puluhan persen data penerima bantuan yang tidak akurat, menyebabkan bantuan vital tidak sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan dan justru menjadi celah korupsi di tingkat daerah.

Edukasi Politik untuk Keadilan Ekonomi

Melihat jurang antara retorika pemerintah dan realita di masyarakat, edukasi politik menjadi kunci. Masyarakat perlu memahami bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari proses politik yang melahirkannya.

“Publik harus kritis. Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan yang bagus, tanyakan: pertumbuhan ini untuk siapa? Siapa yang paling diuntungkan?” kata Dr. Bima. “Transparansi dalam tender proyek, pengawasan ketat terhadap distribusi bansos, dan penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap praktik KKN adalah syarat mutlak jika kita ingin ekonomi ini benar-benar berpihak pada rakyat.”

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri mengakui tantangan dalam implementasi kebijakan. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan pengawasan dari publik dan media untuk memastikan setiap rupiah uang negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir kelompok,” katanya dalam sebuah diskusi kebijakan.

Pada akhirnya, kesenjangan antara yang diuntungkan dan yang kesulitan bukanlah takdir, melainkan hasil dari pilihan-pilihan kebijakan dan praktik politik. Selama akses terhadap sumber daya ekonomi masih ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan, maka selama itu pula pertanyaan “siapa yang diuntungkan?” akan terus relevan dan perlu dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar angka statistik.

Previous Post

SMK PGRI 1 Kediri yang Menyalakan Api Inovasi di Tengah Perubahan Pendidikan

Next Post

SIAPA DIUNTUNG? Antara Janji Pejabat dan Realita Hidup Rakyat

edu-politik

edu-politik

Next Post

SIAPA DIUNTUNG? Antara Janji Pejabat dan Realita Hidup Rakyat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya