• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Budaya Curang di Indonesia: Warisan Feodalisme atau Kebiasaan yang Bisa Dihapus?

edu-politik by edu-politik
February 6, 2025
in Berita, Nasional, Pendidikan
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Budaya Curang di Indonesia: Warisan Feodalisme atau Kebiasaan yang Bisa Dihapus?

Oleh: Salim

Pengantar

Di warung kopi, di kantor pemerintahan, di jalanan, bahkan di ruang kelas—praktik suap, nepotisme, dan pencarian jalan pintas seolah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. “Kalau bisa lebih cepat dengan sedikit pelicin, kenapa harus ribet?” Begitu ungkapan yang sering terdengar.

Namun, apakah budaya curang ini memang sudah mendarah daging dalam masyarakat? Atau justru hasil dari sistem yang belum sepenuhnya adil dan transparan?

Feodalisme yang Tak Hilang-hilang

Sejarah Nusantara tidak bisa dilepaskan dari sistem feodalisme dan patron-klien, di mana rakyat bergantung pada elite penguasa untuk mendapatkan hak atau fasilitas. Sistem ini melahirkan budaya “orang dalam” yang masih bertahan hingga sekarang.

“Di Indonesia, kemampuan sering kalah dengan koneksi,” ujar Dimas, seorang pegawai swasta di Jakarta. Ia mengaku lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena rekomendasi dari kerabatnya dibandingkan dengan teman-temannya yang harus bersaing melalui jalur resmi.

Birokrasi Berbelit, Jalan Pintas Jadi Solusi

Tidak semua orang yang memilih jalan pintas itu malas atau berniat curang. Terkadang, sistem yang berbelit dan lamban justru mendorong mereka untuk mencari cara yang lebih cepat.

Coba urus KTP atau izin usaha tanpa “uang tambahan”, bisa berbulan-bulan. Sebaliknya, dengan beberapa lembar uang, semuanya bisa selesai dalam hitungan hari.

“Inilah dilema masyarakat,” kata Rina, seorang ibu rumah tangga di Surabaya. “Kalau tidak menyogok, urusan lama selesai. Tapi kalau menyogok, saya ikut andil dalam budaya korupsi. Pilihannya sulit.”

Hukum yang Bisa Dibeli

Di negara dengan penegakan hukum yang tegas, praktik suap dan korupsi sulit berkembang. Namun, di Indonesia, celah hukum sering dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi.

Laporan dari Transparency International menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemberantasan korupsi. Kasus-kasus besar seperti suap pejabat, jual-beli jabatan, hingga mafia peradilan terus terjadi.

Ketika hukum bisa “dibeli”, masyarakat pun semakin enggan mengikuti aturan.

Curang yang Ditoleransi Sejak Kecil

Ironisnya, budaya curang sering kali ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak melihat orang tua mereka menyogok agar mendapat pelayanan lebih cepat, atau mendengar cerita bagaimana koneksi lebih penting daripada usaha.

Di sekolah, praktik titip absen, mencontek, atau membeli soal ujian dianggap lumrah. Hal ini membentuk pola pikir bahwa selama tidak ketahuan, curang itu sah-sah saja.

“Anak-anak belajar dari lingkungan. Kalau dari kecil melihat ketidakjujuran, mereka akan menganggap itu wajar,” kata Dr. Anwar, seorang psikolog pendidikan.

Harapan untuk Perubahan

Apakah semua ini bisa diperbaiki? Bisa, tetapi butuh waktu dan perubahan sistemik.

  • Pendidikan antikorupsi sejak dini harus diperkenalkan di sekolah dan keluarga.
  • Reformasi birokrasi perlu dilakukan agar layanan publik lebih cepat dan transparan tanpa celah pungli.
  • Penegakan hukum yang lebih tegas untuk memberi efek jera pada pelanggar.
  • Membangun budaya transparansi dan meritokrasi agar kerja keras lebih dihargai daripada koneksi.

Kesimpulan: Masih Ada Harapan

Budaya curang dan jalan pintas bukanlah sifat bawaan masyarakat Indonesia. Ini adalah hasil dari sistem yang belum sepenuhnya adil dan efisien. Jika perubahan dilakukan dari berbagai sisi—pendidikan, birokrasi, dan hukum—maka lambat laun, kebiasaan buruk ini bisa dikurangi.

Pertanyaannya sekarang, apakah kita siap untuk berubah? Atau masih memilih “jalan pintas” seperti biasanya?

Previous Post

Minim Transparansi, Pengelolaan BOS dan PIP di Sekolah Negeri Jawa Timur Dipertanyakan

Next Post

Kasus Kematian di Lokasi Tambang TMKI: Tanggung Jawab Pengusaha Tambang di Bawah Sorotan Hukum

edu-politik

edu-politik

Next Post

Kasus Kematian di Lokasi Tambang TMKI: Tanggung Jawab Pengusaha Tambang di Bawah Sorotan Hukum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya