• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Belajar Menghitung Laba atau Belajar Baris-Berbaris? Ketika Koperasi Diuji dengan Sepatu Lurik

edu-politik by edu-politik
July 1, 2026
in Berita, Nasional
0
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Belajar Menghitung Laba atau Belajar Baris-Berbaris? Ketika Koperasi Diuji dengan Sepatu Lurik

Kalau koperasi tiba-tiba diminta berdiri tegak, hormat kanan, hormat kiri, mungkin buku kas pun akan ikut tegak berdiri. Persoalannya, apakah neraca keuangan menjadi lebih sehat hanya karena pengelolanya pandai berbaris?

Pertanyaan itulah yang mengemuka setelah Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn.) Tubagus Hasanuddin, mengkritik rencana pembekalan pengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Dalam keterangannya, Tubagus Hasanuddin mengungkapkan bahwa rancangan pelatihan selama 45 hari terdiri atas sekitar 30 hari pembekalan kemiliteran dengan estimasi biaya Rp30 juta per peserta, sedangkan 15 hari materi perkoperasian dianggarkan sekitar Rp15 juta per peserta.

“Kalau tujuannya membentuk manajer koperasi, mestinya yang diperkuat adalah kemampuan mengelola koperasi, bukan latihan dasar militer. Negara membutuhkan orang yang mengerti bisnis, mengelola keuangan, dan membangun ekonomi desa.”

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan sederhana yang mudah dipahami masyarakat desa: apakah koperasi menghasilkan keuntungan karena disiplin baris-berbaris atau karena manajemen usaha yang baik?

Hakikat koperasi sejak awal bukanlah membangun pasukan tempur, melainkan membangun kekuatan ekonomi rakyat. Yang dibutuhkan pengurus koperasi adalah kemampuan membaca laporan keuangan, menyusun rencana usaha, mengelola risiko, mencari pasar hasil pertanian, hingga menjaga kepercayaan anggota.

Seorang manajer koperasi tentu boleh memiliki disiplin tinggi. Namun disiplin saja tidak otomatis membuat pembukuan menjadi seimbang. Buku kas tetap membutuhkan ketelitian, bukan aba-aba.

Kritik Tubagus Hasanuddin juga menyinggung efisiensi penggunaan anggaran negara. Menurutnya, bila biaya pelatihan kemiliteran mencapai sekitar Rp30 juta per peserta, maka akan lebih tepat apabila dana tersebut dialihkan untuk memperkuat kompetensi manajerial, tata kelola koperasi, pendampingan usaha, dan pengembangan ekonomi desa.

Di sisi lain, pemerintah kemudian menjelaskan bahwa konsep pelatihan mengalami penyesuaian. Istilah “latihan dasar kemiliteran” tidak lagi menjadi fokus, melainkan diarahkan pada pembekalan bela negara, kepemimpinan, disiplin, dan penguatan kapasitas manajerial agar lebih relevan dengan tugas pengelola koperasi.

Perdebatan ini sesungguhnya membawa pelajaran penting. Setiap rupiah uang negara semestinya menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Program yang baik tidak cukup hanya tampak gagah di atas kertas, tetapi harus efektif menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Karena pada akhirnya, koperasi tidak dinilai dari seberapa rapi barisan pesertanya, melainkan dari seberapa besar kesejahteraan yang mampu mereka hadirkan bagi para anggotanya.

Dan rakyat desa tentu lebih senang melihat gudang hasil panen penuh, pembukuan sehat, serta usaha berkembang daripada menyaksikan laporan keuangan yang tegap berdiri tetapi sulit menghasilkan laba. (Red)

Previous Post

Ketika Kepercayaan Menjadi Taruhan: Dugaan Arisan Bodong di Kediri dan Ujian Integritas Penegakan Hukum

Next Post

SOP Rumah Sakit: Ketika Pasien Datang Membawa Harapan, Bukan Sekadar Nomor Antrean

edu-politik

edu-politik

Next Post

SOP Rumah Sakit: Ketika Pasien Datang Membawa Harapan, Bukan Sekadar Nomor Antrean

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya