Banjir Rendam Puluhan Rumah: Minimnya Pengendalian, Warga Terdampak
Tanjabtim – Curah hujan tinggi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi ratusan rumah warga serta fasilitas umum. Banjir ini berdampak pada hampir semua kecamatan di wilayah tersebut. citeturn0fetch0
Salah satu area terdampak parah adalah Jalan Hamdani, Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat, yang dikenal sebagai Simpang Garuda. Di lokasi ini, aliran banjir bersumber dari Hutan Kota Tanjung Jabung Timur dengan ketinggian air mencapai 50 cm, menggenangi jalan PetroChina lintas Sabak-Geragai sepanjang hampir 150 meter, dan merendam rumah warga setempat.
Sekretaris DPD Partai Gerindra, Danton, yang turut menjadi korban banjir, mengeluhkan kurang tanggapnya pihak terkait, termasuk perusahaan PetroChina yang wilayah kerjanya bersentuhan langsung dengan lingkungan sekitar. Danton menyoroti tidak berfungsinya drainase sebagai salah satu pemicu banjir, mengingat dalam puluhan tahun terakhir, baru kali ini volume air mencapai tingkat yang merendam rumah warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup setempat menyatakan bahwa sebelum banjir terjadi, pihaknya telah melakukan kegiatan pembersihan parit di lokasi tersebut sebagai upaya antisipasi. Namun, upaya tersebut tampaknya belum cukup untuk mencegah banjir akibat curah hujan tinggi.
Situasi ini menyoroti perlunya tindakan pengendalian banjir yang lebih efektif dan koordinasi antara pihak terkait untuk melindungi warga dari dampak bencana alam.





