
Nganjuk, 31 Desember 2024 – Sejumlah pedagang di sekitar Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Nganjuk, mengeluhkan keputusan pemerintah daerah yang menutup akses jalan sejak pukul 10 pagi, meskipun acara perayaan malam Tahun Baru baru akan berlangsung pada malam hari. Kebijakan ini dinilai merugikan aktivitas perdagangan di area tersebut.
Penutupan jalan yang mengarah ke Alun-Alun Nganjuk, pusat acara penyambutan Tahun Baru, berdampak langsung pada pedagang kecil yang biasanya mengandalkan keramaian di lokasi tersebut. Beberapa pedagang bahkan mengaku kehilangan pendapatan harian karena minimnya pengunjung.
“Saya biasanya jualan makanan ringan di sini. Kalau jalan ditutup sejak pagi, pembeli otomatis sepi. Padahal, acara baru malam nanti,” keluh Siti, salah satu pedagang.
Selain pedagang, masyarakat umum juga menyayangkan langkah ini. “Kalau tujuannya untuk persiapan, mestinya ada solusi lain tanpa mengorbankan aktivitas warga. Penutupan terlalu dini justru menyusahkan banyak pihak,” kata Agus, salah seorang warga yang terpaksa memutar jauh untuk aktivitasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia acara dan pemerintah daerah belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan penutupan jalan sejak pagi. Warga berharap ke depannya koordinasi lebih baik dilakukan agar kebijakan seperti ini tidak lagi merugikan masyarakat.
Perayaan malam Tahun Baru di Alun-Alun Nganjuk dijadwalkan menghadirkan hiburan musik, kembang api, dan berbagai atraksi lainnya. Namun, langkah persiapan yang dinilai berlebihan sejak pagi hari kini menjadi sorotan tajam publik.





