GELIAT PEMBANGUNAN DI SMPN 1 LOCERET
Kucuran Dana APBN Rp1,98 Miliar Menghitung Hari Menuju Fasilitas Belajar yang Layak dan Nyaman bagi Siswa.

NGANJUK — Upaya peningkatan mutu pendidikan nasional terus merambah wilayah daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah resmi menggelontorkan dana bantuan senilai Rp1.984.784.793,00 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 untuk proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Langkah ini menjadi angin segar bagi ratusan siswa yang menaruh harapan besar pada hadirnya fasilitas belajar yang lebih representatif, aman, dan modern. Proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender ini mematok 31 Desember 2026 sebagai batas akhir pelaksanaan.
Sentra Baru Kenyamanan Siswa
Revitalisasi ini diproyeksikan memberikan dampak multiplikasi (multiplier effect) yang signifikan terhadap kualitas psikologis dan akademis siswa. Melalui perbaikan sarana prasarana, ruang kelas yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi akan ditransformasikan menjadi ruang belajar yang sehat, tinggi aksesibilitas, serta mendukung implementasi kurikulum modern.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Loceret, Hj. Iik Yariani, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa seluruh target utama pembangunan fisik ini bermuara sepenuhnya pada pemenuhan hak belajar anak didik.
“Target utama dari seluruh pembangunan ini adalah anak-anak didik kami. Selama ini, keterbatasan fasilitas penunjang sering kali membatasi ruang gerak siswa dalam bereksplorasi. Dengan wajah baru sekolah nanti, kami ingin memastikan setiap siswa bisa belajar di dalam kelas yang nyaman, aman dari bocor saat hujan, serta didukung fasilitas sanitasi dan laboratorium yang higienis,” ujar Hj. Iik Yariani saat meninjau lokasi persiapan proyek.
Ia menambahkan bahwa kenyamanan fisik sekolah memiliki korelasi langsung dengan fokus belajar anak. “Ketika lingkungan sekolahnya menyenangkan, motivasi dan prestasi anak-anak di kelas pasti akan ikut terdongkrak naik. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” tegasnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Senada dengan visi pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, S.STP., M.M., memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas realisasi bantuan pusat tersebut. Pihaknya menilai revitalisasi infrastruktur merupakan pilar utama dalam mendongkrak capaian rapor pendidikan daerah.
“Intervensi anggaran APBN ini sangat krusial bagi daerah. Kenyamanan dan keselamatan siswa di dalam lingkungan sekolah adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Kami dari dinas pendidikan berharap perbaikan fasilitas fisik di SMPN 1 Loceret mampu memicu akselerasi prestasi siswa secara linier, sehingga anak-anak kita di Nganjuk memiliki daya saing yang setara dengan kota-kota besar,” ungkap Puguh Harnoto.
Swakelola Berbasis P2SP: Progres Lancar dan Berkualitas
Guna memastikan output pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran, skema pelaksanaan proyek dilakukan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Pelibatan unsur internal sekolah ini bertujuan agar penyerapan anggaran dapat disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan riil aktivitas belajar mengajar siswa, sekaligus memotong birokrasi panjang yang kerap menghambat progres fisik.
Memasuki pertengahan linimasa pengerjaan, pelaksanaan fisik di lapangan dilaporkan berjalan sangat lancar tanpa kendala substantif. P2SP secara konsisten menerapkan kendali mutu (quality control) yang ketat pada setiap material bangunan yang digunakan. Hasil pengerjaan sejauh ini menunjukkan kualitas yang sangat baik, kokoh, dan sesuai dengan standar teknis yang dipersyaratkan oleh kementerian. Komitmen ini diambil demi menjamin masa pakai bangunan yang panjang untuk kenyamanan belajar para siswa ke depan.
Guna menjamin akuntabilitas tata kelola keuangan negara yang bebas dari risiko penyimpangan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk diterjunkan langsung guna melakukan pendampingan hukum melekat di sepanjang linimasa proyek.
Kehadiran institusi penegak hukum ini berfungsi sebagai instrumen preventif (pencegahan). Jaksa pendamping akan mengawasi setiap tahapan pengadaan serta realisasi anggaran operasional Rp1,98 miliar tersebut. Sinergi ini memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang dikeluarkan murni dikonversikan menjadi infrastruktur pendidikan berkualitas demi masa depan dan hak belajar para siswa di SMP Negeri 1 Loceret. (And)







