• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Kediri: Ketika Kecepatan Pembangunan Berlari, Masalah Kota Berusaha Mengejar

edu-politik by edu-politik
June 25, 2026
in Berita, Kabupaten/Kota
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kediri: Ketika Kecepatan Pembangunan Berlari, Masalah Kota Berusaha Mengejar

Oleh: Redaksi

“Pembangunan harus cepat, tepat, dan berdampak.”

Kalimat itu terdengar indah. Seindah baliho yang berdiri tegak di pinggir jalan. Seindah taman kota yang rapi saat difoto dari sudut terbaik. Seindah laporan capaian yang disusun menjelang rapat evaluasi.

Di Kota Kediri, pesan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Vinanda Prameswati dalam apel pagi. Pesannya sederhana: pemerintah harus hadir lebih cepat, lebih responsif, dan hasilnya harus dirasakan masyarakat.

Masalahnya, masyarakat juga punya pesan sederhana.

“Kalau bisa cepat, kenapa masih ada yang lambat?”

Pertanyaan itu mungkin muncul ketika warga melihat tumpukan sampah yang sempat menggunung selama beberapa hari akibat akses menuju TPA terhambat. Sampah ternyata tidak bisa membaca slogan pembangunan. Ia tetap menumpuk meski pemerintah sudah bergerak cepat.

Di sisi lain, Kota Kediri memang memiliki prestasi yang patut diapresiasi. Indeks Pelayanan Publik memperoleh predikat A dan masuk 21 besar nasional. Itu bukan pencapaian kecil. Artinya banyak layanan publik yang dinilai berjalan baik.

Namun kehidupan warga sering kali tidak diukur dengan indeks.

Warga tidak bangun pagi sambil berkata:

“Hari ini saya bahagia karena nilai IPP kota saya 4,66.”

Yang mereka rasakan adalah jalan yang dilalui, sampah yang diangkut, air yang mengalir, pekerjaan yang tersedia, dan biaya hidup yang harus dibayar setiap bulan.

Di sinilah pembangunan sering terjebak dalam paradoks.

Data berbicara tentang kemajuan.

Masyarakat berbicara tentang kenyataan.

Laporan mengatakan pelayanan prima.

Warga bertanya kapan antrean selesai.

Pejabat berbicara tentang sinergi lintas sektor.

Masyarakat berharap antarinstansi tidak saling melempar tanggung jawab.

Dalam banyak kota di Indonesia, termasuk Kediri, masalah terbesar sebenarnya bukan kurangnya program. Yang berlimpah justru program.

Setiap tahun lahir program baru.

Nama baru.

Logo baru.

Tagline baru.

Launching baru.

Tetapi terkadang lubang lama masih setia menunggu pengendara yang lewat.

Kita hidup di zaman ketika pembangunan sering dinilai dari seberapa cepat proyek dimulai, bukan seberapa lama manfaatnya bertahan.

Akibatnya, masyarakat kadang menyaksikan fenomena unik:

Taman dibangun.

Taman rusak.

Taman diperbaiki.

Taman diresmikan lagi.

Lalu siklus pembangunan berputar seperti musim.

Yang berubah hanya warna spanduk.

Yang tetap adalah harapan masyarakat.

Hakikat pembangunan sesungguhnya bukan tentang berapa banyak proyek selesai, melainkan berapa banyak masalah selesai.

Karena masyarakat tidak tinggal di laporan kinerja.

Masyarakat tinggal di kota yang nyata.

Mereka tidak hidup di dalam presentasi PowerPoint.

Mereka hidup di antara jalan, pasar, sekolah, rumah sakit, TPS, dan ruang publik.

Maka jika pembangunan memang harus cepat, tepat, dan berdampak, ukuran keberhasilannya sederhana:

Apakah warga semakin mudah hidup?

Ataukah hanya semakin sering mendengar kata “pembangunan”?

Sebab kota yang baik bukan kota yang paling sering berbicara tentang kemajuan.

Melainkan kota yang membuat warganya tidak perlu lagi membicarakan masalah yang sama setiap tahun. (Ay)

Previous Post

22 Calon Pengantin Positif HIV: Ketika Cinta Bertemu Fakta yang Tak Selalu Terlihat

Next Post

MBG di Persimpangan: Antara Pidato “Perut Lapar” dan Dugaan Modus Korupsi SPPG

edu-politik

edu-politik

Next Post

MBG di Persimpangan: Antara Pidato “Perut Lapar” dan Dugaan Modus Korupsi SPPG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya