Semangat “Generasi Emas” Membahana di Alun-Alun Nganjuk pada Puncak Hardiknas 2026
NGANJUK – Suasana khidmat menyelimuti Alun-Alun Nganjuk hari ini, saat ribuan peserta berkumpul untuk mengikuti upacara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Tepat pukul 08.00 WIB, Genderang upacara dimulai, menandai momentum penting bagi kebangkitan kualitas pendidikan di “Kota Angin”.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini tampil lebih inklusif dan kolaboratif. Sesuai dengan arahan Bupati Nganjuk, acara ini menyatukan seluruh jenjang pendidikan—mulai dari SD, SMP, SMA, hingga madrasah di bawah naungan Kementerian Agama—dalam satu barisan sinergi yang kokoh.

Apresiasi untuk Siswa Berprestasi
Puncak acara hari ini juga diwarnai dengan momen penuh kebanggaan melalui penyerahan penghargaan bagi ratusan siswa berprestasi. Sebanyak 243 siswa tingkat SMP tercatat telah mengukir prestasi di tingkat provinsi hingga internasional selama periode 2025-2026. Salah satu yang paling membanggakan adalah prestasi siswa SMPN 3 Nganjuk yang sukses di ajang fashion show internasional di Bangkok, Thailand.
Kehadiran para jawara ini di hadapan publik merupakan keinginan khusus Pak Bupati, guna memotivasi seluruh anak didik di Nganjuk agar berani bermimpi besar dan mengharumkan nama daerah.
Pesan Kepala Dinas Pendidikan: Kolaborasi adalah Kunci
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, S.STP., MM., menekankan pentingnya peran kolektif dalam mendidik generasi masa depan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak boleh hanya ditimpakan pada pundak sekolah.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan atau sekolah semata. Ini adalah kerja besar yang melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari orang tua, komite sekolah, hingga masyarakat luas,” ujar Puguh Harnoto, S.STP., MM. dalam pesan edukatifnya.
Ia juga menyoroti tantangan era digital yang kian dinamis. Menurutnya, pendampingan orang tua di rumah sangat krusial sebagai penyaring informasi bagi anak, mengingat terbatasnya waktu guru di sekolah.
Transformasi dan Kepedulian
Selain prestasi, Puguh Harnoto juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi guru. Dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 20% APBD, para guru diharapkan terus berinovasi dan menyisihkan sebagian tunjangan profesi mereka untuk pengembangan diri secara mandiri.
”Kita tidak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga pembentukan karakter dan rasa memiliki. Anak-anak kita harus diajak peduli terhadap fasilitas sekolah yang ada, karena karakter itulah yang akan membentuk mereka menjadi manusia yang utuh,” tambahnya.
Melalui upacara puncak di Alun-Alun Nganjuk hari ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali meneguhkan komitmennya untuk mengawal transformasi pendidikan. Harapannya, kolaborasi yang kuat hari ini akan menjadi jembatan kokoh menuju terwujudnya Generasi Emas Nganjuk yang berkarakter dan berdaya saing global. (And/red)







