• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Membaca Pengangguran Kediri dan Makna “Pengangguran Absolut”

edu-politik by edu-politik
January 13, 2026
in Berita, Kabupaten/Kota
0
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Angka Turun, Cerita Tak Selalu Usai: Membaca Pengangguran Kediri dan Makna “Pengangguran Absolut”

Kediri – Angka pengangguran sering kali dibaca sebagai kabar baik atau buruk hanya dari satu indikator: persentase. Ketika angkanya turun, publik kerap menyimpulkan bahwa kondisi lapangan kerja membaik. Namun, benarkah realitas selalu sesederhana itu?

Di Kabupaten Kediri, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 berada di angka 4,71 persen, turun dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,10 persen dan 2023 sebesar 5,79 persen. Secara statistik, ini adalah tren positif: persentase pengangguran menurun.

Namun di balik persentase, terdapat cerita lain yang tak kalah penting untuk dipahami.

Pengangguran: Persentase vs Jumlah Orang

BPS mengukur pengangguran dengan konsep Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yaitu perbandingan antara jumlah penganggur dengan total angkatan kerja. Artinya, ketika jumlah angkatan kerja meningkat pesat, persentase pengangguran bisa turun meskipun jumlah orang yang menganggur secara absolut tidak berkurang, atau bahkan bertambah.

Di sinilah konsep yang sering disebut “pengangguran absolut” menjadi relevan.

Apa Itu Pengangguran Absolut?

Istilah pengangguran absolut merujuk pada jumlah orang yang tidak bekerja secara nyata, bukan persentasenya. Konsep ini menjadi perhatian publik setelah disampaikan oleh Anies Baswedan dalam sejumlah pernyataan publiknya.

Anies menjelaskan bahwa:

“Persentasenya bisa turun, tapi jumlah orang yang menganggur justru bertambah, karena angkatan kerja membesar.”

Menurutnya, membaca pengangguran hanya dari persentase berisiko menutupi kenyataan di lapangan, terutama ketika:

Banyak pekerja terkena PHK,

Lulusan baru (fresh graduate) terus bertambah,

Dan lapangan kerja formal tumbuh lebih lambat dibanding pertumbuhan angkatan kerja.

Pernyataan ini bukan penolakan terhadap data statistik, melainkan ajakan untuk membaca data secara lebih utuh.

Kediri: Turun Persentase, Naik Tantangan

Di Kediri, penurunan TPT 2025 memang patut diapresiasi. Namun, pada saat yang sama, terdapat kenaikan signifikan jumlah pekerja di sektor informal. Pada 2024, jumlah pekerja informal tercatat sekitar 504 ribu orang, dan pada 2025 meningkat menjadi lebih dari 530 ribu orang.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa:

Banyak warga tetap bekerja, namun

Masuk ke sektor informal, seperti pekerja lepas, pedagang kecil, ojek, buruh harian, atau usaha mikro.

Sektor informal memang menyerap tenaga kerja, tetapi sering kali:

Tidak memiliki kepastian pendapatan,

Tidak terlindungi jaminan sosial,

Rentan terhadap gejolak ekonomi.

Inilah yang sejalan dengan peringatan Anies bahwa turunnya pengangguran tidak selalu berarti kualitas pekerjaan membaik.

Antara “Surga Data” dan “Realitas Lapangan”

Dalam salah satu pernyataannya, Anies menyebut adanya jarak antara “angka di laporan” dan “cerita di kehidupan sehari-hari”:

“Di data terlihat turun, tapi di lapangan orang masih bilang susah cari kerja.”

Pernyataan ini mencerminkan pengalaman banyak masyarakat, termasuk di daerah-daerah seperti Kediri, di mana:

Pekerjaan tersedia,

Tetapi sering kali tidak sesuai keahlian,

Upah rendah,

Atau bersifat sementara.

Pelajaran Penting bagi Publik

Dari Kediri dan perdebatan soal pengangguran absolut, ada beberapa pelajaran penting:

1. Data BPS tetap sah dan penting
Persentase pengangguran adalah indikator resmi dan valid.

2. Namun, data perlu dibaca secara komprehensif
Jumlah penganggur, kualitas pekerjaan, dan dominasi sektor informal sama pentingnya.

3. Pengangguran bukan hanya soal “ada kerja atau tidak”
Tetapi juga soal layak atau tidaknya pekerjaan.

4. Kebijakan publik seharusnya tidak berhenti pada penurunan angka
Melainkan berlanjut pada penciptaan pekerjaan formal yang berkelanjutan.

Kediri mencatat kemajuan dengan turunnya tingkat pengangguran. Namun, sebagaimana diingatkan oleh konsep pengangguran absolut, angka yang membaik tidak otomatis meniadakan tantangan. Di balik statistik, masih ada pekerja informal yang berjuang tanpa kepastian, lulusan baru yang mencari celah, dan keluarga yang menggantungkan harapan pada pekerjaan yang lebih layak.

Membaca pengangguran dengan jujur berarti menghargai data sekaligus mendengar suara lapangan. Karena pada akhirnya, tujuan pembangunan ketenagakerjaan bukan sekadar menurunkan persentase, tetapi memastikan setiap orang punya pekerjaan yang bermartabat. (Red)

Previous Post

Ijazah, Administrasi, dan Jejak yang Dipersoalkan: Membaca Dokumen di Balik Kursi DPRD Kediri

Next Post

Polisi Penolongku: Layanan WhatsApp Cepat Tanggap Polda Jatim untuk Warga

edu-politik

edu-politik

Next Post

Polisi Penolongku: Layanan WhatsApp Cepat Tanggap Polda Jatim untuk Warga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya