Jalan Rusak Punjul–Pasar Dermo: Dua Tahun Menanti Perhatian Pemerintah
Kediri — Di tengah hamparan sawah dan aktivitas warga Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, tersimpan keluhan yang belum terjawab. Jalan penghubung menuju Pasar Dermo, akses utama warga untuk berdagang dan beraktivitas, kini berubah menjadi deretan lubang sepanjang hampir dua kilometer. Dua tahun sudah, jalan ini tidak tersentuh perbaikan.
Setiap pagi, suara sepeda motor yang melambat dan dentingan rangka kendaraan terdengar bersahutan. Warga harus berhati-hati menghindari lubang yang tergenang air hujan. Jika terlambat mengerem, ban motor bisa tergelincir. “Sudah sekitar dua tahun jalan ini rusak, belum pernah ada perbaikan sama sekali,” ujar Pak Imam, salah satu warga setempat, saat ditemui di tepi jalan yang retak dan penuh kerikil.
Pak Imam menambahkan, kerusakan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keselamatan. Beberapa pengendara sempat jatuh saat melintasi jalan berlumpur di musim hujan. Para pedagang yang menuju Pasar Dermo pun terpaksa mengambil jalan memutar, menambah waktu dan biaya perjalanan.
Jalur Ekonomi yang Mulai Terabaikan
Jalan Punjul–Pasar Dermo bukan sekadar jalur desa. Setiap hari, hasil panen seperti sayur, padi, hingga susu sapi diangkut melalui jalur ini menuju pasar. Jika jalan rusak tak kunjung diperbaiki, roda ekonomi warga dikhawatirkan ikut tersendat.
“Harapan kami sederhana, pemerintah daerah mau melihat kondisi ini. Jalan ini bukan hanya milik warga Punjul, tapi juga urat nadi ekonomi antar desa,” lanjut Pak Imam.
Menunggu Langkah Nyata Pemerintah
Hingga kini, belum ada informasi resmi dari pemerintah Kecamatan Plosoklaten maupun Kabupaten Kediri mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Warga berharap, keluhan ini tidak hanya berhenti di media sosial atau laporan musyawarah desa, tetapi benar-benar direspons dengan tindakan.
Sementara itu, masyarakat tetap bergotong-royong menutup beberapa lubang dengan batu dan tanah seadanya. “Kalau menunggu bantuan terus, bisa makin parah. Tapi kami tetap berharap pemerintah segera turun tangan,” kata warga lainnya.
Catatan Redaksi: Kondisi infrastruktur desa adalah wajah pelayanan publik. Ketika jalan rusak dibiarkan, bukan hanya aspal yang mengelupas—melainkan juga harapan warga terhadap hadirnya negara di desa mereka.






