Sekolah Pinggiran dengan Semangat Besar: Kisah SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro
Di jalur utama Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, berdiri sebuah sekolah negeri yang mungkin tidak sebesar sekolah perkotaan. Namanya SMA Negeri 1 Sugihwaras. Dengan bangunan sederhana di Jalan Raya Sugihwaras, sekolah ini telah berdiri sejak tahun 2002. Meski berstatus sebagai sekolah “pinggiran”, semangat belajar para siswanya tidak pernah padam.
Jejak Awal dan Status Akreditasi
Didirikan melalui SK Nomor 30.3A Tahun 2002, SMAN 1 Sugihwaras kini berstatus akreditasi A, sebuah pengakuan bahwa kualitas akademiknya mampu bersaing dengan sekolah lain di tingkat Jawa Timur. Saat ini, sekolah ini dipimpin oleh Susanto, M.Pd., dengan tenaga pendidik sekitar 47 guru yang setia mendampingi hampir 850 siswa setiap harinya.
Fasilitas Sederhana, Semangat Tak Pernah Sederhana
Beberapa ruang kelas memerlukan perbaikan, dan akses internet belum selalu tersedia. Namun, sekolah tetap berkomitmen menyediakan ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Dengan sumber listrik dari PLN dan sarana dasar yang mencukupi, sekolah berusaha menjawab kebutuhan belajar generasi muda Sugihwaras.
Prestasi yang Terbukti
Keterbatasan bukan penghalang bagi siswa SMAN 1 Sugihwaras. Pada tahun 2025, Ganis Widya Kasih meraih Juara 3 Tolak Peluru POPKAB Bojonegoro, membuktikan bahwa anak-anak desa juga mampu bersaing di tingkat kabupaten.
Selain prestasi olahraga, 22 siswa sekolah ini berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023, menunjukkan kemampuan akademik mereka untuk menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Guru Inspiratif: Memimpin dan Membimbing
Keberhasilan siswa tak lepas dari dedikasi guru. Susanto, M.Pd., Kepala SMAN 1 Sugihwaras, aktif memimpin kegiatan Inspirative Parenting, yang mempererat hubungan antara orang tua dan siswa serta menguatkan karakter generasi muda. Beliau juga memimpin program MPLS dan Bela Negara, bekerja sama dengan Koramil dan Polsek Sugihwaras, untuk menanamkan semangat kebangsaan pada siswa.
Selain itu, guru Abd. Haris Rafiqi meraih Juara I Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Bojonegoro 2017, mewakili sekolah dan kabupaten ke ajang provinsi. Dedikasi mereka menjadi pendorong semangat belajar siswa di tengah keterbatasan.
Harapan dan Tantangan
Meskipun akreditasi A sudah dikantongi, tantangan masih membentang: peningkatan sarana belajar, penguatan akses digital, serta pemerataan kualitas guru di semua mata pelajaran. Dukungan pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat lebih intens, agar SMAN 1 Sugihwaras tidak hanya menjadi “sekolah pilihan satu-satunya” di Sugihwaras, tetapi juga unggul di Bojonegoro bagian selatan.
Menyalakan Cita-cita dari Pinggiran
SMAN 1 Sugihwaras menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh lokasi atau fasilitas mewah. Di balik keterbatasan, guru yang berdedikasi dan siswa yang bersemangat membuktikan bahwa anak-anak Sugihwaras berhak bermimpi besar: menjadi dokter, guru, insinyur, atau pemimpin masa depan.
Dari pinggiran Bojonegoro, pesan sederhana tapi kuat terlantun:
pendidikan adalah cahaya yang tak boleh padam, meski sumbunya kecil sekalipun.(Andik)





