SMA Negeri 1 Pace: Sekolah Kecil di Ujung Kabupaten, Berjiwa Besar Mengantar Generasi Gemilang
Nganjuk – Di sudut Kabupaten Nganjuk, berdiri sebuah sekolah yang mungkin tak banyak dilirik orang. SMA Negeri 1 Pace, dengan jumlah murid yang paling sedikit di antara SMA negeri lainnya di Nganjuk, tengah membuktikan bahwa ukuran bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
“SMA 1 Pace itu adalah SMA kecil di Kabupaten Nganjuk. Jumlah muridnya paling sedikit dan kita sekarang sedang berbenah, baik dalam struktur, infrastruktur, maupun dalam segi prestasi anak, baik akademis maupun non-akademis,” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Pace, Bu Endang, saat ditemui di ruang kerjanya.
Namun, semangat sekolah ini jauh melampaui keterbatasan yang ada. Dengan tekad kuat, mereka membangun pondasi prestasi dari berbagai sisi.
Tanpa Fasilitas Lengkap, Prestasi Tetap Digenggam
Bu Endang menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah alasan untuk berhenti berprestasi. “Kita akan membuktikan kepada teman-teman semuanya bahwa tanpa fasilitas yang lengkap pun kita masih bisa berprestasi, kita masih bisa mengantarkan cita-cita anak menuju masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya penuh optimisme.
Di bidang non-akademik, SMA Negeri 1 Pace telah menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program double track. Program ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan.
“Harapannya, ketika lulus SMA nanti, mereka bisa mencari nafkah dengan keahlian itu. Dan di situ nanti juga ada sertifikatnya yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan yang relevan dengan keahlian yang ada di double track,” jelasnya.
Prestasi dari Kecamatan hingga Provinsi
Meski jumlah murid terbatas dan dukungan dana yang terbatas pula, semangat berprestasi tetap menyala. Berbagai kegiatan telah melahirkan prestasi di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan beberapa sampai di tingkat provinsi.
Dana sekolah dan subsidi silang dari orang tua murid menjadi tulang punggung pembiayaan kegiatan tersebut. Namun, bagi Bu Endang dan seluruh jajaran SMA Negeri 1 Pace, hal itu tidak menyurutkan langkah.
“Itu tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap berprestasi dan menyemangati anak-anak untuk tetap berjuang dan berprestasi,” pungkasnya.
Sekolah Kecil, Mimpi Besar
SMA Negeri 1 Pace adalah cermin semangat pendidikan di daerah: bahwa di balik keterbatasan, selalu ada upaya tanpa henti untuk memajukan generasi muda. Sekolah ini membuktikan, pendidikan bukan sekadar soal fasilitas, melainkan tentang jiwa besar yang tak pernah berhenti menyalakan harapan.






