• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Dedi Mulyadi Ancam Tutup Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Teguran Keras atau Sinyal Reformasi?

edu-politik by edu-politik
May 19, 2025
in Berita, Nasional
0
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dedi Mulyadi Ancam Tutup Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Teguran Keras atau Sinyal Reformasi?

Bandung – edu-politik.com
Pernyataan mengejutkan datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang secara terbuka mengancam akan menutup Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPKB). Penyebabnya: maraknya anak-anak yang mengemis di jalanan, yang menurut KDM merupakan cermin kegagalan fungsi dinas tersebut.

“Kalau anak-anak masih mengemis di lampu merah, lalu apa kerja DPPKB?” tegas KDM dalam sebuah kunjungan lapangan, yang langsung viral dan memicu perdebatan publik. Nada suara dan pilihan kata yang tajam menjadi isyarat bahwa KDM tidak main-main soal evaluasi kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di bawahnya.

Bukan Sekadar Emosi, Tapi Kritik Terstruktur

Pernyataan KDM tidak muncul dari ruang hampa. Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan serius dalam perlindungan anak, terutama di wilayah urban seperti Bandung, Bekasi, dan Bogor. Fenomena anak jalanan, eksploitasi anak, hingga pernikahan dini masih tinggi, meskipun anggaran dan program terus digulirkan.

KDM, dikenal sebagai pemimpin yang blak-blakan, menuding DPPKB terlalu administratif dan tidak menyentuh akar masalah. “Jangan hanya sibuk seminar dan workshop, tapi anak-anak masih terlantar di perempatan jalan,” ujarnya.

Apakah Pembubaran Dinas Solusi Tepat?

Ancaman pembubaran sebuah dinas tentu bukan perkara ringan. Dalam sistem pemerintahan, pembentukan dan penghapusan dinas memiliki konsekuensi hukum, administratif, dan politik. Namun, pernyataan KDM menggugah pertanyaan mendasar: apakah struktur birokrasi kita benar-benar bekerja?

Alih-alih memperdebatkan legalitas pernyataan tersebut, publik justru didorong untuk merefleksikan efektivitas dinas-dinas teknis dalam menyelesaikan masalah sosial yang nyata. Apakah anggaran perlindungan anak benar-benar menyentuh sasaran? Apakah program keluarga berencana hanya seremonial?

DPPKB: Diam atau Membenahi Diri?

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPPKB Jawa Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait teguran dari gubernur. Namun tekanan publik kini mengarah pada perlunya audit program, evaluasi kinerja pegawai, dan pendekatan yang lebih konkret di lapangan.

Para aktivis anak dan perempuan menyambut baik keberanian KDM mengangkat isu ini secara frontal, meski sebagian mengingatkan agar pendekatannya tetap membangun, bukan destruktif. “Yang kita butuhkan adalah perbaikan sistem, bukan penghapusan semangat,” ujar Ratna Juwita, aktivis perlindungan anak di Bandung.

Kebijakan sebagai Refleksi Nilai

Pernyataan keras dari seorang kepala daerah seperti KDM menjadi pengingat bahwa kebijakan publik bukan hanya soal angka dan laporan, tetapi refleksi dari nilai dan keberpihakan. Anak-anak yang mengemis bukan sekadar data statistik, melainkan indikator kegagalan negara dalam menjalankan mandat konstitusi: melindungi segenap warga negara, termasuk yang paling rentan.

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah DPPKB akan dibubarkan, melainkan apakah semua pihak—dari birokrat, legislatif, hingga masyarakat sipil—siap membenahi sistem perlindungan anak secara menyeluruh?

Previous Post

Mutasi Pejabat di Polda Jatim: Refleksi Dinamika Kepemimpinan dan Profesionalisme Institusi

Next Post

Antara Skapel dan Keadilan: Menelisik Kematian Usai Operasi Amandel di Sidoarjo

edu-politik

edu-politik

Next Post

Antara Skapel dan Keadilan: Menelisik Kematian Usai Operasi Amandel di Sidoarjo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya