• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

 “Kembalinya Jurusan SMA: Lika-Liku Pendidikan yang Tak Pernah Bosan”

edu-politik by edu-politik
April 12, 2025
in Berita
0
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 “Kembalinya Jurusan SMA: Lika-Liku Pendidikan yang Tak Pernah Bosan”

Jangan terlalu cepat merayakan Kurikulum Merdeka yang sempat memberikan harapan bagi mereka yang ingin mengeksplorasi dunia pendidikan dengan bebas. Pasalnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, baru saja memberikan bocoran penting yang cukup mengejutkan: sistem penjurusan SMA—yang pernah dianggap usang—akan kembali diterapkan mulai tahun ajaran 2025/2026! Ya, Anda tidak salah dengar. Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan kembali hadir, menggantikan sistem fleksibel yang dicanangkan oleh Menteri Nadiem Makarim.

Seakan-akan dunia pendidikan kita memang suka bermain-main dengan sistem, seperti seseorang yang terus mengubah model rambutnya tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya cocok. Mu’ti pun dengan percaya diri menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan soal siapa yang benar atau salah, tapi soal “konsistensi sistem pendidikan” yang konon katanya ingin menyesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Sehingga, jika anak-anak yang mengambil jurusan IPS ini bermimpi menjadi dokter, tidak akan ada lagi hambatan—selama mereka bisa mempertahankan prestasi di Tes Kemampuan Akademik (TKA), tentu saja.

Namun, tak kalah menarik adalah kebijakan pengganti Ujian Nasional (UN) yang kini disodorkan dalam bentuk TKA (Tes Kemampuan Akademik). TKA yang akan berfokus pada dua mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika ini bukan menjadi syarat kelulusan, tetapi berfungsi sebagai “peluang” untuk mendapatkan akses langsung ke perguruan tinggi, asalkan nilai TKA cukup cemerlang. Tampaknya, kini yang dibutuhkan adalah nilai TKA yang tinggi, bukan lagi kemampuan belajar sepanjang tahun. Bagaimana dengan jurusan yang lebih unik seperti Astronomi atau Kesenian? Ah, jangan khawatir, itu bisa dicapai melalui konsistensi TKA yang hebat!

Mu’ti dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap perubahan sebelumnya. Namun, rasanya ini lebih mirip dengan “kembalinya sang raja” setelah menghilang dalam sejarah pendidikan yang panjang. Jurusan yang dulu dianggap kaku dan memisahkan potensi siswa kini kembali ke pelukan sistem yang terstruktur, mengingatkan kita bahwa keseragaman selalu lebih aman daripada fleksibilitas tanpa batas.

Sementara itu, di sisi lain, ada ketidakkonsistenan yang menarik untuk dicermati. Kita tahu, kebijakan kurikulum merdeka yang diusung Nadiem bertujuan memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat mereka, tanpa terkekang oleh sistem yang rigid. Tetapi, dalam praktiknya, banyak siswa tetap dipaksa memilih jurusan favorit orang tua atau sekolah, bukannya berdasarkan minat dan bakat yang sebenarnya. Inilah paradoks dunia pendidikan: di mana kebebasan diekspresikan dengan kekangan baru.

Jadi, apakah keputusan kembali ke sistem penjurusan ini benar-benar solusi bagi tantangan pendidikan di Indonesia? Mungkin, tetapi yang lebih penting adalah kita harus mulai bertanya, apakah konsistensi sistem pendidikan yang dimaksud, benar-benar berkaitan dengan kebutuhan siswa, atau hanya sekadar ritual baru dalam siklus panjang kebijakan yang tak pernah menemukan titik temu?

Previous Post

“P2P Lending Tumbuh Subur, Kredit Macet Ikut Melejit: Tren Baru atau Sekadar Fenomena Banjir Kredit?”

Next Post

 “Sidak Armuji ke CV Sentosa Seal: Mengungkap Kebenaran atau Memperpanjang Drama?”

edu-politik

edu-politik

Next Post

 "Sidak Armuji ke CV Sentosa Seal: Mengungkap Kebenaran atau Memperpanjang Drama?"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya