• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Tiga Cara Konyol untuk Menjadi Bangsa yang Rusak dan Merusak: Menjadi Bagian dari Kehancuran

edu-politik by edu-politik
February 14, 2025
in Pendidikan
0
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tiga Cara Konyol untuk Menjadi Bangsa yang Rusak dan Merusak: Menjadi Bagian dari Kehancuran

Dalam perjalanan hidup bernegara dan berbangsa, kita sering kali diberi pilihan yang mengarah pada kehancuran atau kemajuan. Seperti halnya memilih jalan yang penuh kemuliaan atau memilih langkah konyol yang akhirnya membawa kita pada kerusakan yang tak terbayangkan. Tiga cara yang dapat merusak bangsa dan negara ini adalah jalan pintas yang diambil oleh mereka yang dengan sengaja atau tanpa sadar memilih untuk mendukung kezaliman, merugikan banyak orang, dan menjadi teladan dalam keburukan. Berikut adalah refleksi metaforis tentang bagaimana kita, sebagai bangsa, dapat dengan mudah tergelincir ke dalam kerusakan.

1. Berpihak pada Orang yang Zalim: Menyusuri Jalan yang Terlalu Dekat dengan Api

Seperti halnya seseorang yang berjalan terlalu dekat dengan api, mereka yang berpihak pada kezaliman tak hanya ikut terbakar oleh api itu, tetapi juga tak bisa menyelamatkan diri. Dalam konteks bernegara, berpihak pada pihak yang zalim—baik dengan kata-kata, tindakan, atau diam saat dibutuhkan—adalah kesalahan besar. Meskipun tidak terlibat langsung dalam kezaliman itu, orang yang mendukungnya tanpa berpikir akan mengalami kerugian yang lebih besar, sebagaimana firman Allah dalam Surat Hud: “Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.”

Bangsa yang berpihak pada pemimpin atau kebijakan yang zalim akan terperosok dalam kehancuran, sebagaimana sebuah negara yang membiarkan ketidakadilan menguasai sistem pemerintahan. Dalam contoh konkret, ini terjadi ketika sebuah negara mendukung pemerintahan yang menindas warganya, tidak peduli terhadap hak asasi manusia, dan memilih diam ketika sistem demokrasi dihancurkan.

2. Merugikan Banyak Orang dengan Sekali Dayung: Ketika Satu Keputusan Menghancurkan Masa Depan

Pernahkah kita mendengar tentang seseorang yang melakukan kerusakan hanya dalam satu tindakan? Seperti seorang yang memukul banyak pihak dengan sekali tepukan, merugikan orang-orang yang tak dikenal dan tak bisa meminta maaf. Itulah gambaran betapa mudahnya merusak bangsa dengan sekali tindakan yang dipilih secara serampangan. Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang orang yang “bangkrut” di akhirat karena merugikan banyak orang, termasuk tindakan korupsi, pengkhianatan, atau penyalahgunaan kekuasaan.

Di dunia nyata, tindakan ini bisa dilihat dalam keputusan politik yang merugikan rakyat banyak, seperti kebijakan yang mendukung korupsi, pemborosan anggaran untuk kepentingan pribadi, atau merusak program-program pendidikan dan kesehatan demi mempertahankan kekuasaan. Seperti penguasa yang menyelewengkan dana publik atau mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan dampaknya pada generasi mendatang.

3. Menjadi Teladan dalam Keburukan: Jejak yang Tak Pernah Padam

Dalam kehidupan berbangsa, menjadi teladan dalam keburukan adalah tindakan yang sangat konyol, karena seperti meninggalkan jejak yang terus diikuti oleh orang lain tanpa batas waktu. Dosa jariyah—dosa yang terus mengalir bahkan setelah kematian—adalah metafora yang tepat untuk menggambarkan orang yang memulai kebiasaan buruk dan menjadi contoh bagi orang lain.

Sebagai bangsa, kita melihat bagaimana contoh buruk dapat menular, seperti budaya kekerasan, ketidakadilan, atau korupsi yang diikuti tanpa refleksi. Misalnya, jika negara memberikan contoh buruk dalam penegakan hukum atau kebebasan berpendapat, maka masyarakatnya pun akan meniru perilaku tersebut, memperburuk situasi sosial dan politik yang ada. Hal ini bisa tercermin dalam lemahnya sistem hukum yang memberi ruang bagi ketidakadilan atau ketidaktransparanan.

Kesimpulan: Menjadi Bangsa yang Memilih Jalan Kehancuran

Melalui ketiga cara yang konyol ini, bangsa bisa dengan mudah menuju kerusakan, bukan hanya dalam aspek sosial atau politik, tetapi juga dalam aspek moral dan spiritual. Berpihak pada orang yang zalim, merugikan banyak orang dengan tindakan serampangan, dan menjadi teladan dalam keburukan adalah resep pasti menuju kehancuran. Sebuah bangsa yang memilih jalan ini akan terperosok dalam kegelapan, jauh dari harapan dan masa depan yang gemilang.

Sebaliknya, bangsa yang memilih untuk menegakkan keadilan, menjaga kepentingan rakyat, dan memberikan contoh kebaikan akan membangun peradaban yang kuat dan berkelanjutan. Keberhasilan bangsa ini terletak pada pilihan setiap individu dalam masyarakat untuk tidak terjebak dalam kesalahan yang merusak, tetapi untuk berjuang menuju arah yang lebih baik.

Previous Post

Pelanggaran Batas Kecepatan: Sanksi Pidana dan Pembuktian Unsur Kesalahan dalam UU LLAJ

Next Post

Heboh! Resep Sarapan Alpukat yang Bikin Kenyang Seharian, Ini Dia Rahasianya!

edu-politik

edu-politik

Next Post

Heboh! Resep Sarapan Alpukat yang Bikin Kenyang Seharian, Ini Dia Rahasianya!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya