Generasi Milenial, Saatnya Bertani: Dari Scroll Medsos ke Cangkul di Ladang!
Kediri – Jika selama ini jempol kalian cuma sibuk scroll medsos dan like postingan, kini saatnya upgrade skill ke level berikutnya: bertani! Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggencarkan program penanaman jagung, bukan untuk diubah jadi popcorn bioskop, tapi demi ketahanan pangan nasional.
Dengan lahan 1.207 hektare dan target produksi 8.330 ton jagung, petani kini bukan sekadar profesi warisan kakek-nenek, tapi ladang cuan yang bisa bikin saldo rekening lebih sehat daripada dompet anak muda yang sering jajan kopi susu.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, bahkan menjamin harga jagung di tingkat petani bakal naik dari Rp4.600 menjadi minimal Rp5.500 per kilogram. Jadi, yang selama ini sibuk main saham tapi sering nyangkut, mungkin bisa mulai melirik bisnis panen jagung yang lebih stabil!
Tak cuma jagung yang tumbuh, tapi juga harapan: harga telur bisa lebih terkendali, yang berarti program makan bergizi gratis makin lancar. Jadi, kalau masih ada yang bilang “petani itu profesi orang tua,” sebaiknya pikir ulang. Cuan nggak selalu datang dari kantor ber-AC, tapi bisa dari sawah yang hijau dan subur!
Ayo, generasi muda! Saatnya ganti outfit dari hoodie ke baju tani, tukar kopi susu dengan air kelapa, dan jadilah bagian dari revolusi petani modern. Karena kalau bukan kita yang menanam, siapa yang mau panen? Influencer?





