Hujan Deras di Nganjuk Sebabkan Banjir di Persawahan, Petani Khawatir Gagal Panen
Nganjuk, Edu-Politik.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Rabu (15/1) malam mengakibatkan banjir di area persawahan yang ditanami padi. Salah satu lokasi terdampak adalah Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, tepatnya di sebelah timur SMAN Sukomoro. Dari pantauan di lapangan, hamparan air tampak menutup tanaman padi milik warga.
Petani Resah: Takut Gagal Panen
Seorang petani di Desa Sumengko, Suyatno (54), mengaku khawatir banjir ini bisa berdampak buruk pada hasil panen mereka. “Kalau air nggak cepat surut, padi bisa membusuk. Kami sudah keluar biaya banyak untuk pupuk dan perawatan,” ujarnya dengan nada cemas.Menurutnya, ini bukan kali pertama sawah di daerah tersebut terendam banjir. Sistem drainase yang kurang baik dan intensitas hujan tinggi sering menjadi penyebab utama.
Respons Pemerintah dan Langkah Mitigasi
Kepala Desa Sumengko, Suwandi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi genangan air di area persawahan. “Kami berharap ada solusi jangka panjang, misalnya perbaikan saluran irigasi agar kejadian ini tidak terus berulang,” katanya.Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk mengimbau petani untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. “Kami akan memantau situasi dan siap memberikan bantuan jika diperlukan,” ujar perwakilan BPBD.
Harapan Petani: Semoga Air Cepat Surut
Para petani berharap air segera surut agar tanaman padi bisa terselamatkan. “Semoga hujan tidak turun terus-menerus, kasihan petani kalau sampai gagal panen,” tambah Suyatno.Sampai berita ini ditulis, kondisi di lokasi masih tergenang air. Petani dan pemerintah setempat terus berupaya mengurangi dampak banjir agar pertanian di Desa Sumengko tetap produktif.
Laporan: ndro– Edu-Politik.com






