
Kediri, 30 Desember 2024 – Sebuah tiang lampu ikonik yang baru dipasang di kawasan pedestrian Jalan Soekarno Hatta, Tepus, Kabupaten Kediri, roboh setelah ditabrak truk bermuatan pasir, Senin (30/12). Truk tersebut dikemudikan oleh Joko Sigit, warga asal Nganjuk. Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan mengakibatkan kerusakan tiang lampu serta kerusakan parah di bagian depan kendaraan.
Proyek pedestrian yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup ini menelan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar, dengan PT Pratama Putra Berlian sebagai pemenang tender. Proyek tersebut dijadwalkan selesai pada 17 Desember 2024. Namun, insiden ini memicu perhatian publik terkait kualitas proyek dan keselamatan di kawasan tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut Iptu Budi Winariyanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri, truk bermuatan pasir kehilangan kendali dan menabrak tiang lampu yang merupakan bagian dari proyek pedestrian. “Kecelakaan ini adalah kasus tunggal, dan tidak ada korban jiwa. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan,” ujarnya.
Analisis Proyek dan Anggaran
Proyek ini sebelumnya direncanakan dengan nilai pagu Rp 10,9 miliar dan nilai HPS Rp 10,6 miliar. Namun, kontrak akhirnya dimenangkan dengan nilai Rp 8,49 miliar. Penataan jalur hijau ini mencakup pemasangan lampu ikonik yang bertujuan memperindah kawasan Jalan Soekarno Hatta.
Pengamat pembangunan lokal mempertanyakan kualitas instalasi tiang lampu yang baru selesai dipasang namun mudah roboh akibat benturan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait daya tahan material dan prosedur pemasangan.
Tindak Lanjut dan Evaluasi
Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan kontraktor pelaksana PT Pratama Putra Berlian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek untuk memastikan keamanan fasilitas publik yang telah menelan anggaran besar.
Sementara itu, kasus kecelakaan ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab utama dan kemungkinan adanya kelalaian.
Reaksi Warga
Warga sekitar menyayangkan kejadian ini. “Proyek besar dengan dana miliaran harusnya menghasilkan kualitas yang lebih baik, bukan justru mudah rusak,” kata Andi, salah satu warga Kediri.
Dengan insiden ini, perhatian publik kini tertuju pada transparansi pelaksanaan proyek pemerintah serta langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.





