Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik
KEDIRI – Ruang bengkel SMK Al Huda Kediri mendadak berubah menjadi laboratorium masa depan. Tidak ada lagi bau pekat oli bekas atau kepulan asap knalpot dari motor konvensional. Di atas meja praktikum, potongan kabel pengatur daya (controller), baterai litium berdaya tinggi, dan dinamo BLDC modern berserakan dengan rapi. Para siswa, dengan teliti dan pandangan fokus, sedang membidani lahirnya sebuah era baru: mengubah motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik siap jalan.
Langkah progresif ini bukanlah proyek uji coba semata. SMK Al Huda Kediri secara resmi terlibat dalam kolaborasi transisi energi nasional yang diinisiasi oleh SMK Al Huda bekerjasama dengan PT Braja Elektrik Motor, sebuah perusahaan rintisan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle) asal Surabaya, sekolah ini dipercaya menjadi satu dari lima basis SMK percontohan di Jawa Timur untuk menuntaskan target awal konversi 25 unit sepeda motor bertenaga baterai.
Proyek ini menjadi ajang pembuktian nyata bagi anak-anak Kediri bahwa keahlian mereka tidak kalah dengan mekanik pabrikan besar. PT Braja menyuplai sistem kelistrikan dan standar keamanan, sementara para siswa mengeksekusi proses pembongkaran mesin *internal combustion* hingga merakit kembali jantung penggerak ramah lingkungan tersebut.
Didampingi oleh Humas Sekolah, Plt. Kepala SMK Al Huda Kediri memberikan penegasan mendalam mengenai proyek ini.
“Kolaborasi bersama PT Braja dalam merakit unit-unit motor konversi ini adalah etalase hidup (live lab) bagi publik. Ini pembuktian bahwa kurikulum kami benar-benar link and match dengan lompatan teknologi industri hijau,” tegas pihak manajemen sekolah. “Anak-anak tidak sekadar belajar teori otomotif lama, mereka memegang langsung masa depan.”
Kesiapan SMK Al Huda dalam menyongsong elektrifikasi memang bukan isapan jempol. Ekosistem pendidikan di sekolah ini terbukti melahirkan talenta kelas atas.
Kombinasi antara kompetensi guru yang teruji di level nasional serta proyek konversi riil bersama PT Braja mengukuhkan posisi SMK Al Huda Kediri sebagai salah satu pelopor pendidikan vokasi modern. Mereka tidak lagi sekadar mendidik calon pekerja bengkel konvensional, melainkan mencetak teknisi andal. (andik)







