• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

Dibalik Euforia “Tercepat”, Koperasi Merah Putih Harus Kembali ke Akar: Kesejahteraan Rakyat

edu-politik by edu-politik
July 4, 2025
in Berita, Kabupaten/Kota, Nasional
0
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Dibalik Euforia “Tercepat”, Koperasi Merah Putih Harus Kembali ke Akar: Kesejahteraan Rakyat

Oleh Redaksi Edu-Politik.com

“Bukan siapa yang tercepat membentuk koperasi, tetapi siapa yang paling tulus memberdayakan rakyat melalui koperasi.”
— (Catatan kritis seorang pemerhati desa)


Pada 3 Juli 2025 lalu, Kabupaten Nganjuk menjadi sorotan publik. Di bawah panggung megah perayaan, Bupati Nganjuk menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, disambut tepuk tangan para pejabat, simbol keberhasilan: 100 persen pendirian badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Nganjuk. Tuntas. Cepat. Luar biasa.

Namun, ketika euforia “si tercepat” memenuhi media lokal dan unggahan media sosial, muncul pertanyaan mendasar: Apakah kecepatan mendirikan koperasi otomatis berarti keberhasilan membangun kesejahteraan rakyat?


Kecepatan Bukan Segalanya

Faktanya, Nganjuk memang menyelesaikan 100% pendirian koperasi desa pada 27 Mei 2025—tercepat di Jawa Timur. Namun secara nasional, data dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Kabupaten Pati (25 Mei), Provinsi DIY (19 Juni), dan bahkan Mukomuko serta Sigi telah lebih dahulu mencapai 100% verifikasi pendirian koperasi.

Di sinilah persoalan bermula. Klaim “tercepat nasional” tak hanya dinilai tidak tepat, tetapi juga berisiko menyesatkan opini publik. Padahal, dalam demokrasi yang sehat, transparansi dan akurasi informasi menjadi ruh tata kelola pemerintahan yang baik.


Koperasi dan Jalan Panjang Kesejahteraan

Lebih dari sekadar angka dan seremonial, koperasi adalah wajah ekonomi kerakyatan. KDKMP seharusnya bukan proyek politis menjelang Pilkada, melainkan instrumen jangka panjang untuk menyeimbangkan struktur ekonomi desa yang selama ini timpang.

Di balik proses pendirian koperasi, rakyat bertanya:

  • Siapa pengurusnya?
  • Apa modal awalnya?
  • Apa manfaat langsung bagi petani, nelayan, pedagang kecil?
  • Apakah ini hanya formalitas administratif atau benar-benar akan menggerakkan roda ekonomi desa?

Sejarah mencatat, koperasi lahir dari semangat gotong royong. Dalam kerangka Trisakti Bung Karno, koperasi adalah bagian dari kedaulatan ekonomi nasional. Maka koperasi yang didirikan terburu-buru tanpa pembinaan nyata, tanpa partisipasi rakyat, hanyalah papan nama kosong.


Komentar Berlawanan: “Jangan Kecilkan Progres Daerah”

Namun demikian, narasi kritis terhadap capaian Nganjuk tidak sepenuhnya disetujui semua pihak.
Soekojono, tokoh penggerak koperasi dan penasihat teknis di salah satu forum UMKM regional, menyatakan bahwa publik juga perlu menghargai semangat gotong royong dan konsolidasi cepat yang dilakukan daerah seperti Nganjuk.

“Terlalu dini kalau kita meremehkan capaian Nganjuk hanya karena soal siapa duluan. Yang penting bukan hanya tanggal pendirian, tetapi konsistensi dan keberanian pemerintah daerah untuk bergerak cepat,” ujar Soekojono saat dihubungi Edu-Politik (3/7).

Menurutnya, percepatan pendirian koperasi bisa menjadi fondasi yang baik jika ditindaklanjuti dengan pembinaan dan sinergi lintas sektor.

“Kita perlu akui: tidak mudah menggerakkan seluruh desa secara administratif dalam waktu singkat. Apresiasi perlu diberikan. Tapi betul, jangan berhenti di pendirian, harus dilanjutkan ke pemberdayaan,” tambahnya.

Soekojono juga menyarankan agar media tidak memecah semangat kolaborasi antardaerah dengan membuat narasi saling tanding, tetapi sebaliknya memperkuat integrasi program antarwilayah.


Mengembalikan Rakyat ke Pusat

Di tengah perdebatan soal siapa tercepat, satu hal yang harus dijaga adalah: koperasi bukan sekadar instrumen politik anggaran. Koperasi adalah jantung ekonomi rakyat. Maka perdebatan ini seharusnya mendorong kita untuk berpindah dari kompetisi administratif menuju kolaborasi substantif.


Yang Tercepat Belum Tentu Terbaik

Prestasi administratif seperti pendirian koperasi memang layak diapresiasi. Tapi jangan sampai kita lupa: esensi koperasi adalah alat untuk mendistribusikan harapan dan hasil pembangunan ke seluruh lapisan rakyat.

Di sinilah kita perlu mengganti narasi. Bukan soal siapa tercepat, melainkan siapa yang paling berkomitmen menjadikan koperasi sebagai rumah bersama: tempat rakyat berdaulat atas ekonomi sendiri, bukan hanya penonton dalam festival data.

🔍 Audit partisipatif koperasi-koperasi yang baru berdiri.
🤝 Libatkan kampus dan LSM lokal dalam pembinaan koperasi.
📢 Jadikan koperasi ruang demokrasi ekonomi, bukan hanya formalitas hukum.

Koperasi tidak sekadar dibentuk—ia harus dihidupkan. Demi rakyat. Demi keadilan sosial.


 

Previous Post

Selamat Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-667

Next Post

“Presiden Perintah, Menkeu yang Pusing”: Di Balik Candaan, Ada Seriusnya Fiskal Negara

edu-politik

edu-politik

Next Post

“Presiden Perintah, Menkeu yang Pusing”: Di Balik Candaan, Ada Seriusnya Fiskal Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya