Pemkot Surabaya Terima Bantuan Sosial Pengganti Karangan Bunga di Perayaan Pelantikan Eri Cahyadi
Surabaya, 25 Februari 2025 – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima berbagai paket bantuan sosial dari masyarakat dan instansi sebagai bentuk dukungan atas pelantikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Berbeda dari tradisi sebelumnya yang identik dengan karangan bunga ucapan selamat, kali ini perayaan pelantikan diwarnai dengan aksi sosial berupa sumbangan bahan pangan dan tanaman.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima mencakup kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan, serta olahan ikan kaleng. Selain itu, sejumlah bibit tanaman juga turut disumbangkan, mulai dari bibit cabai hingga tanaman hias yang dapat digunakan untuk penghijauan kota.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat dan instansi yang memilih untuk berbagi kepada warga yang membutuhkan daripada mengirimkan karangan bunga. Ini adalah bentuk solidaritas yang nyata dalam membangun Kota Surabaya yang lebih sejahtera,” ujar M. Fikser, Selasa (25/2/2025).
Pemkot Surabaya memastikan bahwa seluruh bantuan yang diterima akan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kategori kurang mampu. Aksi sosial ini pun masih terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, dengan batas waktu penerimaan bantuan hingga satu minggu ke depan.
Tanggapan Masyarakat: Warga Apresiasi Langkah Inovatif
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga menilai bahwa langkah mengganti karangan bunga dengan bantuan sosial lebih bermanfaat dan mencerminkan kepedulian terhadap kondisi sosial di Surabaya.
Rina, seorang ibu rumah tangga di kawasan Tambaksari, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas adanya aksi ini. “Biasanya kalau ada pelantikan atau peresmian, penuh dengan karangan bunga yang akhirnya layu begitu saja. Sekarang jadi lebih bermanfaat karena bisa membantu warga yang kurang mampu seperti saya,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Dedy, seorang pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial di Surabaya. Ia menilai gerakan ini sebagai contoh baik yang bisa diterapkan di berbagai acara seremonial lainnya. “Kalau semua instansi atau perusahaan ikut pola seperti ini, pasti dampaknya luar biasa. Selain mengurangi limbah bunga, juga bisa membantu banyak orang yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Yanto, seorang pedagang di Pasar Keputran, berharap aksi serupa bisa menjadi tradisi baru di Surabaya. “Saya rasa ini harus diteruskan, jangan hanya saat pelantikan wali kota. Acara-acara besar lainnya juga sebaiknya mengadopsi konsep ini,” ucapnya.
Langkah inovatif ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah perayaan bisa dikemas dengan nilai sosial yang lebih besar. Dengan adanya aksi ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong terus tumbuh di Surabaya, menjadikannya kota yang tak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga semakin humanis dan peduli terhadap kesejahteraan warganya.





