Kisah Inspiratif: Dari Guru Honorer ke Pekerja Migran di Taiwan
Seorang pria asal Indonesia membagikan kisah perjalanannya yang penuh tantangan melalui akun TikTok @adhy_1203. Ia mengungkapkan bahwa telah menghabiskan sekitar Rp150 juta untuk biaya kuliah, bahkan harus berutang ke sana-sini demi menyelesaikan pendidikannya. Setelah lulus, ia bekerja sebagai guru honorer dengan gaji Rp1,2 juta per bulan. Merasa penghasilannya tidak sebanding dengan biaya pendidikan yang dikeluarkan, ia memutuskan untuk mencari peluang di luar negeri.
Pada tahun 2015, ia pertama kali pergi ke Hong Kong dengan visa turis selama 15 hari. Perjalanannya membawanya hingga ke Taiwan, di mana ia menetap dan bekerja sebagai pekerja migran. Berbekal ijazah SMA, ia berhasil mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang jauh lebih layak dibandingkan saat menjadi guru honorer. Meskipun pekerjaan yang dijalaninya bukan pekerjaan profesional, ia merasa lebih dihargai secara finansial di Taiwan.
Kisahnya mengundang berbagai komentar dari netizen yang merasa mengalami nasib serupa. Banyak yang menyoroti pentingnya keterampilan dibandingkan sekadar gelar pendidikan. Fenomena ini semakin memperkuat anggapan bahwa pendidikan tinggi tidak selalu menjamin kesejahteraan.
Kisah ini menjadi refleksi bagi kita semua tentang pentingnya kesesuaian antara pendidikan yang ditempuh dengan peluang kerja yang tersedia, serta perlunya peningkatan kualitas pendidikan agar lulusan dapat bersaing di pasar kerja dengan kompetensi yang memadai.





