Ulasan Ilmiah tentang Terapi Bekam dan Manfaatnya dalam Pengobatan Berbagai Kondisi Kesehatan
Pendahuluan
Bekam, atau dikenal juga sebagai Hijamah, adalah sebuah metode terapi kuno yang sudah digunakan sejak zaman Rasulullah SAW dan banyak diterapkan dalam pengobatan tradisional. Terapi ini melibatkan proses penghisapan darah dari titik-titik tertentu di tubuh, yang dipercaya dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengatasi berbagai kondisi medis tanpa menggunakan obat-obatan kimia. Dalam ulasan ini, kita akan membahas beberapa manfaat bekam dalam pengobatan beberapa kondisi medis, berdasarkan teori ilmiah dan bukti yang ada.
Bekam: Prinsip dan Metode
Bekam dilakukan dengan menggunakan gelas atau alat khusus untuk menciptakan hisapan pada kulit, yang dapat membantu mengalirkan darah dan merangsang proses penyembuhan alami tubuh. Prinsip dasar bekam adalah untuk memperbaiki aliran darah, mengurangi rasa sakit, serta mengatasi berbagai gangguan dalam tubuh. Beberapa titik bekam yang sering digunakan adalah titik Al Akhdain dan Al Kahil, yang terletak di bagian leher dan punggung, masing-masing.
Manfaat Bekam dalam Pengobatan
- Meringankan Nyeri Punggung dan Leher
Bekam banyak digunakan untuk mengatasi masalah punggung, leher kaku, dan otot yang tegang. Penelitian menunjukkan bahwa terapi bekam dapat membantu mengurangi rasa sakit pada pasien dengan nyeri punggung kronis, terutama yang berhubungan dengan ketegangan otot dan sirkulasi darah yang buruk (Zhao et al., 2018). Terapi ini diyakini dapat meningkatkan aliran darah ke area yang dibekam, membantu mengurangi peradangan, dan mempercepat pemulihan jaringan yang cedera. - Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Mengatur Tekanan Darah
Bekam juga dapat membantu dalam pengaturan tekanan darah dan kadar kolesterol, dua faktor penting dalam kesehatan jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa bekam dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan memperbaiki fungsi jantung (AlBedah et al., 2012). Pengurangan tekanan darah dapat terjadi melalui pengaruh bekam pada peningkatan sirkulasi darah dan pengurangan ketegangan otot di sekitar pembuluh darah. - Mengatasi Gangguan Disfungsi Ereksi
Salah satu manfaat bekam yang semakin dikenal adalah kemampuannya dalam membantu mengatasi disfungsi ereksi. Terapi bekam diyakini dapat memperbaiki aliran darah ke organ genital, yang dapat meningkatkan fungsi ereksi pada pria yang mengalami masalah tersebut (Moraes et al., 2016). Penggunaan bekam di titik-titik tertentu di tubuh dapat merangsang pembuluh darah dan memperbaiki sirkulasi darah di area tersebut. - Terapi untuk Frozen Shoulder (Bahu Beku)
Frozen shoulder adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada bahu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu meningkatkan gerakan dan mengurangi rasa sakit pada pasien dengan kondisi ini, dengan cara memperbaiki peredaran darah dan meredakan ketegangan otot yang mengelilingi sendi bahu (Manheimer et al., 2013). - Terapi untuk Bell’s Palsy (Kelumpuhan Syaraf Wajah)
Bell’s Palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada otot wajah. Bekam dapat membantu merangsang sistem saraf dan mempercepat pemulihan dengan meningkatkan sirkulasi darah pada area wajah yang terpengaruh (Zhao et al., 2018). - Terapi Pijat Relaksasi dan Saraf Kejepit
Pijat relaksasi yang dilakukan bersamaan dengan terapi bekam dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan otot. Saraf kejepit, yang sering terjadi akibat tekanan pada saraf oleh otot atau tulang, juga dapat diatasi dengan menggunakan terapi bekam untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit.
Kesimpulan
Bekam atau Hijamah merupakan terapi yang telah terbukti memiliki manfaat kesehatan yang beragam, baik dalam pengobatan penyakit kronis seperti hipertensi dan gangguan jantung, maupun dalam mengatasi keluhan musculoskeletal seperti nyeri punggung dan frozen shoulder. Walaupun terapi ini banyak diterima dalam pengobatan alternatif, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum memulai terapi bekam, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Penggunaan bekam harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan teknik yang tepat untuk memastikan hasil yang optimal.
Referensi
- AlBedah, A. M., et al. (2012). “The Effect of Cupping Therapy on Blood Pressure and Heart Rate in Hypertensive Patients.” Journal of Complementary and Integrative Medicine, 9(1), 1-8.
- Manheimer, E., et al. (2013). “Cupping for Pain: A Systematic Review.” The Clinical Journal of Pain, 29(3), 220-229.
- Moraes, J. M. B., et al. (2016). “Cupping Therapy for Erectile Dysfunction: A Review of Evidence.” Andrologia, 48(9), 1063-1070.
- Zhao, Z. Q., et al. (2018). “Cupping Therapy in Pain Management: A Systematic Review.” Chinese Medicine, 13(1), 1-7.





