• Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
edupolitik
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis
No Result
View All Result
edupolitik
No Result
View All Result
Home Berita

 “Ritual Tahunan: Pungli PTSL dan Uang Siluman yang Selalu ‘Hilang'”

(Sebuah Laporan dari Negeri Seribu Amplop)

edu-politik by edu-politik
February 11, 2025
in Berita, Nasional, Pendidikan
0
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 “Ritual Tahunan: Pungli PTSL dan Uang Siluman yang Selalu ‘Hilang'”

(Sebuah Laporan dari Negeri Seribu Amplop)

Di sebuah negeri yang katanya menjunjung tinggi transparansi, sebuah tradisi unik terus berlangsung: upacara sakral bernama Pungutan Liar Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Setiap tahun, masyarakat berbondong-bondong mengikuti ritual ini dengan harapan mendapatkan sertifikat tanah mereka. Namun, seperti kisah klasik pewayangan, selalu ada tokoh antagonis yang siap beraksi: Para Punggawa Berwibawa, alias oknum-oknum yang terampil dalam seni pengkondisian dana siluman.

“Ini bukan pungli, ini bentuk gotong royong,” ujar salah satu tokoh berpengaruh yang wajahnya sering muncul di spanduk dan baliho, tersenyum sambil merapikan amplop yang baru saja diterima. “Kami hanya membantu kelancaran administrasi. Kalau nggak ada dana tambahan, prosesnya bisa tersendat, kan kasihan masyarakat?”

Masyarakat pun dengan penuh kebijaksanaan menyadari bahwa tanpa “uang kelancaran”, berkas mereka bisa berubah menjadi fosil di bawah tumpukan map di kantor desa. Bahkan, ada yang melaporkan bahwa sertifikat mereka baru keluar setelah mengalami tiga kali pergantian presiden dan lima kali pergantian kepala desa.

Sementara itu, ada fenomena menarik yang terjadi di ruang-ruang rapat tertutup: Kongkalikong Megah antara Pejabat dan Juru Ketik Uang PTSL. Dalam pertemuan yang lebih eksklusif dari KTT G20, para pemangku kebijakan duduk bersama menentukan tarif “seikhlasnya” untuk masyarakat.

“Kami sudah tentukan standar,” kata seorang pejabat yang dikenal memiliki koleksi jam tangan mewah. “Sertifikat itu kan aset seumur hidup, masak bayar segitu aja nggak mau?”

Ketika ada warga yang protes bahwa PTSL seharusnya gratis atau hanya dikenakan biaya sesuai aturan resmi, mereka langsung mendapat predikat baru: Warga Kurang Bersyukur. Tak jarang, mereka juga mendapat ceramah moral gratis tentang “betapa sulitnya mengurus birokrasi tanpa dana tambahan.”

Namun, keajaiban terbesar terjadi saat ada pemeriksaan atau sidak mendadak. Seperti trik sulap kelas dunia, semua dokumen, bukti transaksi, dan daftar pungutan menghilang lebih cepat dari gaji pegawai tanggal muda. Sementara para pejabat tiba-tiba berubah menjadi aktivis antikorupsi yang menyuarakan pentingnya transparansi dan kejujuran.

“Semua tuduhan tidak benar! Kami bekerja sesuai aturan. Kalau ada yang merasa dipungut biaya, silakan laporkan dengan bukti yang jelas,” ujar seorang pejabat sambil mematikan rekaman CCTV di ruangannya.

Begitulah, tradisi tahunan terus berjalan. Amplop terus berpindah tangan, janji-janji reformasi birokrasi terus bergema, dan masyarakat tetap berharap bahwa suatu hari nanti, PTSL akan benar-benar gratis, seperti yang selalu mereka dengar di pidato-pidato resmi. Tapi tentu saja, harapan itu sepertinya hanya akan terwujud di negeri dongeng, bukan di negeri yang kita tinggali ini.

Previous Post

Mengapa Lemahnya Logika dan Penalaran Masyarakat Indonesia Menghambat Langkah Menuju Negara Maju

Next Post

Sekolah Negeri: Antara Lembaga Pendidikan atau Lembaga Keuangan?

edu-politik

edu-politik

Next Post

Sekolah Negeri: Antara Lembaga Pendidikan atau Lembaga Keuangan?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

September 16, 2025
RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

December 12, 2025
Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

January 28, 2026

Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

May 4, 2025

Cara menghubungi pihak yang berwenang jika terjadi pungli di sekolah

4

Peran pemerintah daerah dalam memelihara kelestarian sumber air

4

Pendidikan Politik Indonesia yang Mencerahkan

0

Peran Pendidikan politik di Indonesia

0
Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

GOLDEN Baby SPA Hadir di RSUD Ngimbang, Perluas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

September 9, 2026
Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

Jejak Inovasi dan Kreatifitas SMK Al Huda Kediri di Era Motor Listrik

September 9, 2026

Popular Stories

  • Data Statistik Koperasi Indonesia Terkini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Nganjuk di Persimpangan: Swakelola Rp 900 Juta dan Turunnya Layanan, Menunggu Tindakan Tegas Pemda?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghitung Hari akhir kontrak: Sengkarut Hukum dan Izin Lingkungan Tower BTS Balonggading

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebyar Jaranan Nganjuk 2025: Merayakan Budaya Lokal dalam Parade Hari Jadi ke-1088

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan Marhaen Djumadi: Merangkul Semua Elemen Masyarakat Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
edupolitik

Portal berita terpercaya dan akurat

Follow Us

Menus

  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

Recent News

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

Alih Alih Dikelola Pemdes, Tanah Kas Desa Ngebrak Kediri yang Tanpa Lelang Malah Difungsikan untuk Parkir Truk

September 11, 2026
Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

Gantungan Ember dan Rebutan Berkah: Hangatnya Tradisi Maulid di Musholla Fattakhul Ulum 

September 10, 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya

No Result
View All Result
  • Beranda
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Redaksi
  • Berita
  • Desa
  • Kabupaten/kota
  • Provinsi
  • Nasional
  • Partai
  • Pendidikan
  • Karir
  • PEMILU/PILKADA
  • DATA
  • Konsultasi Hukum Gratis

© 2024 EduPolitik - Portal Berita Terpercaya